Granit Xhaka Arsenal Ngomel di Lapangan, Rahasia Internal Terumbar

Granit Xhaka Arsenal Ngomel di Lapangan, Rahasia Internal Terumbar
Granit Xhaka Arsenal Ngomel di Lapangan, Rahasia Internal Terumbar

Berita Terbaru Arsenal – Granit Xhaka Arsenal ngomel membuatnya mendapat sorotan tajam. Hal itu terjadi pasca kekalahan The Gunners dari Newcastle United. Xhaka secara terang-terangan melancarkan kecaman kepada rekan-rekan satu timnya.

Granit Xhaka merasa kesal melihat timnya tumbang 2-0 dari Newcastle dalam ajang laga tandang. Akibat dari kekalahan mereka Tottenham Hotspur menyalip posisi empat klasemen. Sedangkan Arsebak justru merosot ke posisi lima dengan 66 poin. Hanya tertingga dua poin dari Tottenham.

Kekalahan atas Newcastle bukanlah kali pertama Arsenal melainkan yang kedua. Kegagalan mengunci zona empat besar membuat Mikel Arteta dan pasukan hanya bisa pasrah. Berharap Hotspurs melakukan kesalahan dengan kalah di akhir kompetisi.

Lontaran Pedas Granit Xhaka Arsenal Ngomel, Anggap Rekan-rekan Membangkang

Bukan tanpa alasan publik menyorot Granit Xhaka Arsenal ngomel di lapangan. Xhaka melontarkan komentar pedas yang menyasar rekan-rekannya. Ia meminta pemain yang tak siap untuk bertahan di rumah saja.

“Jika seseorang tidak siap untuk pertandingan ini, tetaplah di rumah. Tidak masalah berapa usia Anda,” omel Granit Xhaka.

Ia menyebut agar rekan-rekannya yang gugup lebih baik duduk di bangku cadangan atau di rumah saja. Pasalnya Arsenal membutuhkan pemain yang memiliki nyali untuk bermain. Kemarahannya merupakan ungkapan rasa kesal karena kalah dari pertandingan terpenting The Gunners.

Baca Juga: Prediksi Genoa Vs Bologna 21 Mei 2022 Liga Italia

Sejumlah pihak lantas menganggap harusnya omelan Granit Xhaka tidak keluar di lapangan. Melainkan simpan hingga mereka berada dalam ruang ganti. Rasanya sedikit aneh ketika melihat pemain mengatakan bila rekannya tidak mendengar intruksi pelatih.

Mengumbar situasi yang terjadi dalam internal pasukan di luar ruang ganti. Sama sekali tidak memberikan kontribusi untuk siapapun. Berbeda halnya bila Xhaka mengutarakan pendapatnya dalam ruang ganti. Maka pelatih dan pemain lain mampu melakukan evaluasi.

Baca Juga: Prediksi Torino Vs AS Roma 21 Mei 2022 Liga Italia

Arsenal harus keluar dari zona Liga Champions usai kalah dari Newcastle United pada akhir pekan lalu. Mendapati kondisi ini, penggawa Arsenal, Granit Xhaka kesal bukan main sehingga menyentil dirinya sendiri dan rekan-rekan satu timnya.

“Sulit mencari kata-kata yang tepat. Dari menit pertama hingga ke-90 kami tidak pantas berada di lapangan,” lanjutnya dilansir Sky Sports

Kerja Keras Granit Xhaka Bareng Arsenal Hadapi Newcastle

Arsenal tampil buruk dalam laga di St James Park yang berakhir 2-0 dari Newcastle,. Meski kini keluar dari zona Liga Champions, Xhaka dkk masih berpeluang merebut tiket kualifikasi Liga Champions.  Tuan rumah mendominasi pertandingan dan mencetak dua gol pada babak kedua.

Gol pertama tercipta melalui gol bunuh diri Ben White dan menyusul gol Bruno Guimaraes setelah pertahanan Arsenal ambrol. Xhaka tidak menahan pandangannya terhadap kinerja tim yang membuat Arsenal mengharapkan keajaiban pada hari terakhir. Mereka harusnya menghindari gagal enam musim berturut-turut dalam kompetisi elit Eropa.

“Saya tak bisa menjelaskan kepada Anda apa alasannya. Kami tak melakukan apa yang menjadi rencana main kami, tak mendengarkan pelatih. Apa yang terjadi sungguh bencana. Anda tidak pantas bermain dalam Liga Champions atau bahkan Liga Europa. Sungguh berat untuk diterima saat ini,” papar Granit Xhaka.

Xhaka sendiri bingung memahami alasan yang membuat skuad Arsenal tidak melakukan arahan dari Mikel Arteta. Pemain berusia 29 tahun yang mengalami masa sulit bersama The Gunners usai posisi kapten 2019 dilepas darinya. Ia menilai permasalahan bukan datang dari kurangnya pengalaman Arsenal dalam bermain.

Kesempatan Terakhir The Gunners dengan Kalahkan Everton

Tim asuhan Arteta menjamu Everton yang tengah berjuang menghindari degradasi. Dalam pertandingan terakhirnya musim ini Minggu pekan nanti. Satu-satunya cara realistis Arsenal yaitu denganmerebut tempat terakhir Liga Champions dari seteru sekota.

Sebagai skenario bila Norwich City yang meladeni Tottenham Hotspurs kalah. Walau tentunya bukan hal mudah untuk juru kunci Norwich City yang sudah terdegradasi menang nyaman. Kemudian jika tim Arteta mengalahkan Everton maka mereka hanya selisih satu poin dari peringkat empat.

“Newcastle 100 kali lebih baik dari kami. Pada setiap bagian Anda harus mendapatkan hak bermain dan kami tidak melakukannya. Kami harus menundukkan kepala dan mengaku performa kami tidak mendekati standar yang dibutuhkan untuk Liga Champions. Mulai besok kami akan bersiap menghadapi Everton. Secara matematis masih memungkinkan,” pungkas Arteta usai laga kontra Newcastle.***

Prediksi Bola Terkini

PREDIKSI BOLA | SKOR BOLA | JADWAL BOLA | BERITA BOLA

Mungkin Anda Menyukai