Pesepakbola Negara Kecil Sukses Eropa, Salah Satunya Aubameyang

Pesepakbola Negara Kecil Sukses Eropa, Salah Satunya Aubameyang

Pesepakbola Negara Kecil Sukses Eropa, Salah Satunya Aubameyang

Pesepakbola Negara Kecil Sukses Eropa, Salah Satunya Aubameyang
Pesepakbola Negara Kecil Sukses Eropa, Salah Satunya Aubameyang

Pierre Emerick-Aubameyang Р Pesepakbola negara kecil sukses Eropa tidak melulu berkebangsaan benua biru. Sebagai contoh adalah pemain bintang Gabon Pierre Emerick-Aubameyang. Bahkan ada pula negara-negara kecil yang bukan penghasil pemain bintang. Sukses melahirkan sejumlah pemain bertalenta tinggi,

Umumnya peluang panggung seperti pemain sukses mungkin diterima begitu saja negara-negara seperti Jerman, Brasil, dan Prancis. Tetapi bagi banyak sebagian besar orang, bahkan bermain untuk turnamen besar menjadi peluang yang tidak dapat dengan mudah terlewati.

Merujuk pada sifat sepak bola internasional, bahwa tidak setiap pemain hebat mendapat kesempatan untuk pamer di panggung terbesar. Tetapi bintang Real Madrid Gareth Bale, Pierre Emerick-Aubameyang Barcelona. Hanyalah beberapa dari superstar negara-negara kecil yang tampil mengesankan dalam beberapa musim terakhir.

Pesepakbola Negara Kecil Sukses Eropa, George Best Irlandia Utara

Daftar pesepakbola negara kecil sukses Eropa kita mulai dengan nama George Best dari Irlandia Utara. Best tergolong sebagai pemain Eropa terbesar sepanjang masa. Ia menjadi ikon Manchester United lewat bakatnya yang luar biasa.

Tetapi di luar lapangan George Best adalah seorang playboy yang gaya hidupnya menghalanginya menikmati umur panjang. Hal itu akhirnya menyebabkan kematiannya pada usia 59 tahun tahun 2005. Best memulai karir sebagai pemain Man United pada tahun 1963. Ketika ia berusia 18 tahun dan menempati Old Trafford selama 11 tahun.

Baca Juga: Mikel Arteta Arsenal Serang Liga Inggris Murka Karena Tidak Fair

Selama waktunya bersama Setan Merah, ia terkenal dengan kemampuan dribbling yang menakjubkan. Puncak karir Best adalah final Piala Eropa 1968, Ketika Benfica kalah 4-1 di Wembley. Best mencetak gol penentu dalam perpanjangan waktu selama pertemuan. Ia melakukan gerakan gila-gilaan khas sebelum mencetak gol

Baca Juga: Prediksi Korea Selatan Vs Iran 24 Maret 2022 Kualifikasi Piala Dunia

Setelah Best meninggalkan United, pemain itu menjadi agak nomaden. Best beralih ke klub-klub seperti Stockport, Cork City, Los Angeles Aztecs, Hibernian dan Brisbane Lions. Selama prosesnya berusaha melawan kecanduan alkohol. Sayang menjadi satu pertempuran yang tidak pernah ia menangkan.

David Suker Pesepakbola Negara Kecil Kroasia Sukses di Eropa Barat

Pemain negara kecil Kroasia Davor Suker menjadi penyerang hebat di Real Madrid. Kroasia adalah negara yang terus menonjol sekalipun beratnya kondisi mereka pasca merdeka pada tahun 1991. Untuk negara yang relatif kecil dengan populasi kurang dari 7 juta. Mereka menghasilkan terlalu banyak pemain kelas atas sepanjang masa.

Sebut saja Luka Modric dari  Real Madrid mungkin sebagai contoh kontemporer terbaik. Sebelum maestro lini tengah itu pada tahun 1998 sudah ada Davor Suker dariReal Madrid. Kroasia menyebabkan kehebohan pada Piala Dunia tahun itu. Mereka hampir mencapai final dengan mengorbankan Prancis.

Baca Juga: Prediksi Mesir Vs Senegal 26 Maret 2022 Kualifikasi Piala Dunia

Suker merupakan striker kontributor utama upaya Kroasia. Ia mencetak enam kali selama final untuk memenangkan Sepatu Emas. Pada saat yang sama, Suker juga mengklaim Bola Perak sebagai pemain luar biasa di turnamen tersebut. Mereka finis mengalahkan Zinedine Zidane tetapi di belakang Ronaldo.

David Suker juga membantu Real Madrid memenangkan Liga Champions. Ia menempati posisi kedua dalam pemungutan suara Ballon d’Or dengan Zidane yang mengunggulinya. Suker kemudian bergabung dengan Arsenal dan menjadi runner-up Piala UEFA pada tahun 2000. Ia adalah pemain kelas dunia pertama Kroasia, meskipun sejak terjun ke politik sepakbola pasca pensiun justru menjadi sosok pememecah belah.

George Weah Liberia Pemain Terbaik Bersejarah Afrika

Pemain sepak bola Liberia George Weah dinobatkan sebagai pemain sepak bola Afrika terbesar sepanjang masa. George Weah dari Liberia berhasil mendapat kehormatan dengan menjadi satu-satunya orang Afrika yang memenangkan Ballon d’Or. Weah telah bermain di Kamerun ketika Monaco asuhan Arsene Wenger pada tahun 1988 merekrutnya.

Kala itu Geirge Weah masih berusia 21 tahun. Tidak butuh waktu lama baginya untuk beradaptasi dengan gaya hidup baru. Pada akhirnya ia berkembang pesat di Prancis, membuat Arsene Wenger berkomentar belum pernah melihat pemain meledak seperti yang ia lakukan.

Setelah empat musim di Royal Monaco, ia pindah ke Paris Saint-Germainmembantu klub untuk semi-final Liga Champions. Weah lantas menyelesaikan edisi 1994-1995 sebagai pencetak gol terbanyak. Tak lama kemudian memenangkan Ballon d’Or 1995.

Kecepatan dan kekuatannya juga terkenang dengan baik di San Siro, termasuk gol khas saat melawan Hellas Verona. Yaitu dengan mengumpulkan penguasaan bola dari luar kotak. Ia hanya berlari sepanjang lapangan untuk mencetak gol.***