Shin Tae-Yong Pelatih Timnas Indonesia Ungkap Masa Depan Skuad

Shin Tae-Yong Pelatih Timnas Indonesia Ungkap Masa Depan Skuad
Shin Tae-Yong Pelatih Timnas Indonesia Ungkap Masa Depan Skuad

Berita Terbarus Timnas Indonesia – Shin Tae-Yong pelatih timnas Indonesia mengungkap sejumlah hal tentang masa depan pasukan asuhannya. Tidak sendiri meracik kesebelasan Garuda, Shin Tae-Yong mendapat bantuan Bima Sakti sebagai partner. Sebelum mendapat tanggung jawab sebagai kepala pelatih tim nasional Indonesia. Pelatih berkewarganegaraan Korea Selatan itu memiliki latar belakang yang tidak sembarangan.

Sebelumnya Shin Tae-Yong pernah dua kali menghadapi Indonesia pada level timnas bukan sebagai pelatih melainkan pemain. Kala itu ia mencetak dua gol ke gawang Indonesia pada 1991 sebelum Olimpiade. Pasalnya ia merupakan salah satu tim Olimpiade yang bermain di Masan Stadium menghadapi Indonesia. Berposisi sebagai bek sayap yang bermain impresif.

Selain itu pada level klub pelatih Shin Tae-Yong pernah menghadapi Pelita Jaya, Persib, dan Persik. Bahkan ikut mencetak gol ke gawang Persib di Stadion Siliwangi pada 1995. Hingga kembali mencetak gol saat Seongnam mengalahkan Persik 15-0. Hasil tersebut juga merupakan rekor Liga Champions Asia pada 2003.  Saat itu sepakbola Indonesia memang masih terpuruk, sehingga kualitasnya sangat jauh berbeda dengan sekarang.

Shin Tae-Yong Pelatih Timnas Indonesia Berharap Liga Domestik Menguat

Ketika Shin Tae-Yong pelatih timnas Indonesia dimintai pendapat terkait pandangannya terhadap sepak bola Liga 1 dan Liga 2. Tae-Yong mengatakan bila untuk mengembangkan sepakbola Indonesia harus bermula dari liga yang kuat. Bila liga memiliki kualitas yang lemah, menerapkan standarisasi terbaik untuk Timnas Indonesia tentu saja tidak akan berhasil.

Pelatih Shin Tae-Yong berharap pihak yang bertanggung jawab PT Liga Indonesia Baru harus bekerja dengan membuat visi lebih baik. Sejauh pengamatan yang ia lakukan dengan menonton pertandingan Liga 1 dan Liga 2. Pelatih Korea itu menilai bila pertandingan liga Indonesia memang banyak kekurangannya.

“Seperti porsi latihan dan porsi latihan fisiknya kurang. Untuk membuat liga yang kuat, fisik pemain harus kuat dan tempo pertandingan harus lebih cepat. Apalagi Timnas Indonesia main internasional, maka harus mengikuti tempo pertandingan internasional,” papar Shin Tae-Yong.

Baca Juga: Prediksi Palmeiras Vs Athletico-PR 3 Juli 2022 Serie-A Brazil

Tempo merupakan hal yang sulit pemain-pemain Timnas Indonesia ikuti. Sehingga para pemain akan lebih mudah kelelahan selama lakukan proses latihan di Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-Yong. Pelatih Shin berharap apa yang ia sampaikan tidak dinilai sebagai teguran.

Menurut mantan pemain K-League itu pihak liga khususnya PT LIB harus mengembangkan sepakbola Indonesia. Sehingga Timnas Indonesia menjadi kuat, termasuk membuat sepakbola Indonesia juga menjadi lebih tangguh.

Baca Juga: Prediksi Borneo Vs PSM Makassar 3 Juli 2022 Piala Presiden

Shin Tae-Yong lantas bicara mengenai Liga Korea yang konsisten memproduksi para pemain unggulan dunia. Sehingga pada kemudian hari mampu bertransformasi menjadi andalan timnas Korea Selatan. Bahkan Negeri Gingseng itu terus unjuk gigi sebagai kekuatan Asia di pentas Piala Dunia.

Setibanya di tanah air ia mengakui banyak orang berharap kehadirannya membawa Timnas Indonesia berprestasi. Tetapi Shin Tae-Yong tidak bisa langsung mewujudkannya, lantaran Indonesia harus membangun sistem pembinaan usia dini yang baik untuk perkembangan sepakbola.

PT LIB Beberkan Langkah Antisipasi Usai shin Tae-Yong Sampaikan Keluah

Liga Indonesia Baru menanggapi keluhan Shin Tae-Yong soal kualitas Liga 1 dan Liga. Sebelumnya pelatih Timnas Indonesia menilai mutu kompetisi dalam negeri masih kurang. Pelatih Korea Selatan itu menilai bila adanya korelasi antara kualitas kompetisi dalam membangun timnas.

Kompetisi yang baik sangat perlu untuk mencetak pemain berkualitas sehingga mampu memberikan kontribusi dalam membentuk Timnas Indonesia. Pelatih merasa pekerjaannya bersama Timnas Indonesia cukup berat, lantaran harus membekali para pemain dengan masalah teknis. Padahal latihan Timnas Indonesia hanya fokus menyiapkan strategi.

PT LIB menerima keluhan pelatih sebagai masukan positif demi kebaikan sepakbola Indonesia.” Kami sadari, muara dari kompetisi adalah pemain-pemain terbaik yang lahir dari persaingan kompetitif untuk memperkuat Timnas. Penilaian dari pelatih timnas tentu objektif untuk menjadi indikator pencapaian liga selama ini,” ujar Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita.

Penanggung jawab Liga Indonesia sendiri mengaku memiliki beberapa titik fokus dalam pengembangan kualitas. Mulai dari aspek teknis-administratif, organisasi event kompetisi, entertainment, industri, bisnis, tayangan televisi, hingga kualitas teknis permainan.

Pemain Timnas Asal Belanda Segera Terdepak Karena Kualitas Jauh dari Standart

Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri mengungkapkan Shin Tae-Yong meminta tiga calon pemain naturalisasi asal Belanda keluar dari list timnas U-19. Lantaran kualitas ketiganya belum sesuai standart yang pelatih harapkan. Tiga pemain itu adalah Kai Boham, Jim Croque, dan Max Christoffel.

Ketiganya sempat ikut latihan bersama Timnas Indonesia U-19 sejak 21 Juni 2022 sambil terus termonitoring kualitas permainannya. Hanya saja, kemampuan mereka tak sesuai harapan Shin Tae-yong. Kendati demikian pelatih asal Korea itu meminta PSSI untuk tak menyetop sementara keterlibatan mereka bersama Timnas U-19.

Tak cuma berlatih, trio asal Belanda itu juga ikut serta dalam dua laga uji coba Timnas U-19. Garuda Nusantara melakoni uji coba melawan Persija Jakarta pada 24 Juni dan Bhayangkara FC pada 28 Juni. Mereka sejatinya disiapkan untuk memperkuat Timnas Indonesia U-20 pada Piala Dunia U-20 2023.

Shin Tae-yong yang menargetkan prestasi bagi sepak bola Indonesia. Jelas mencari pemain keturunan Indonesia di luar negeri. Harapannya mampu memuaskan perjuangan Timnas U-20 pada pentas dunia tahun depan.***

Prediksi Bola Terkini

PREDIKSI BOLA | SKOR BOLA | JADWAL BOLA | BERITA BOLA

Mungkin Anda Menyukai