Tragedi Liga 1 BRI 2022, 174 Orang Tewas Pendukung Arema

Tragedi Liga 1 BRI 2022, 174 Orang Tewas Pendukung Arema

Tragedi Liga 1 BRI 2022, 174 Orang Tewas Pendukung Arema

Tragedi Liga 1 BRI 2022, 174 Orang Tewas Pendukung Arema
Tragedi Liga 1 BRI 2022, 174 Orang Tewas Pendukung Arema

Update Berita Liga 1 BRI – Tragedi  Liga 1 BRI  sejauh ini 174 orang telah tewas, sementara 180 orang terluka dalam kekerasan lantaran terinjak-injak dari Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berwal dari kekalahan Arema 2-3 atas Persebaya untuk pekan lanjutan Liga Utama Indonesia pada hari Sabtu,1 September 2022.

Kecelakaan ini merupakan salah satu tragendi terbesar stadion dunia sejauh ini. Mirisnya peristiwa yang terjadi tidak kalah dahsyat dari kejadian 58 tahun lalu di Peru. 320 orang kehilangan nyawa mereka pada masa itu. Menurut polisi, para pendukung Singo Edan julukan Arema yang kalah menolak untuk menerima kenyataan.

Secara paksa para pendukung Arema memasuki lapangan sepak bola sehingga tidak terhindari bentrokan dengan polisi. Pendukung bentrok dalam stadion dan mulai berkelahi menciptakan kerusuhan berdarah. Untuk mengendalikan massa, polisi menembakkan gas air mata sehingga massa panik. orang-orang berebut meninggalkan stadionyang mengarah ke penyerbuan saat keluar.

Tragedi Liga 1 BRI 2022, Pendukung Sepak Bola Indonesia Marah Ada Gas Air Mata

Kronologi tragedi Liga 1 BRI 2022 mencoreng semangat Indonesia yang menyukai sepak bola. Bencana mematikan pada hari Sabtu menadakan perlunya perubahan nyata dalam sikap pemerintah, penyelenggara, pasukan keamanan, dan penggemar.

Kecintaan Indonesia pada sepak bola adalah yang terbesar di seluruh Asia. Tetapi seiring dengan semangat tersebut justru muncul cerita baru tragedi mengerikan. Bencana terjadi ketika mereka mencoba melarikan diri dari tembakan gas air mata oleh polisi.

Baca Juga: Inggris Terburuk Menuju Piala Dunia Qatar, Tempati Liga B

Sejatinya tragedi yang melibatkan suporter militan Arema bukan hanya paling terburuk dalam sejarah Indonesia. Namun, mirisnya masuk menjadi salah satu yang terburuk seluruh dunia. Sedikitnya 174 orang tewas antara penggemar dan petugas dalam kerusuhan setelah pertandingan sepak bola. Pecinta sepak bola Indonesia mengeluh tentang fokus media pada cerita negatif dari budaya sepakbola yang mendalam.

Tetapi siapa pun yang telah menghadiri pertandingan panas layaknya Arema vs Persebaya akan membuktikan itu menjadi pengalaman mendebarkan sekaligus menakutkan. Insiden berdarah tersebut hanya melibatkan suporter Arema Malang. Pasalnya para pengikut Persebaya Surabaya tidak hadir dalam upaya meredam potensi kekerasan.

Presiden Joko Widodo Perintahkan Evaluasi Penghentian Liga 1 BRI 2022

Respon cepat Presiden Joko Widodo telah menghasilkan perintah penghentian semua pertandingan Liga 1 BRI. sampai ada penyelidikan atas apa yang terjadi dan evaluasi terhadap situasi keamanan semua pertandingan.

“Saya menyayangkan tragedi ini terjadi dan saya harap ini adalah tragedi sepakbola terakhir di negara ini. Bisa jadi korban jiwa yang besar dan tragis akhirnya memaksa perubahan nyata dalam sikap semua pihak. Pemerintah, federasi olahraga dan aparat keamanan, serta para suporter itu sendiri. Untuk saat ini, bagaimanapun, sebuah negara berduka,” ujar Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Bagas Kafa Barito Putera, Pahlawan Laskar Antasari Liga 1 BRI

Indonesia merupakan negara dengan tim tandang terkadang harus mendapat pengawalan ke stadion dengan kendaraan pengangkut personel lapis baja. Pada 2019, Malaysia meminta satu untuk kualifikasi Piala Dunia di Jakarta. Pihak berwenang telah berjuang untuk menangani itu semua, popularitas permainan telah menarik antusiasme publik dari berbagai kota Jawa Timur.

Suspensi Masa Lalu Tidak Memberi Efek Jera Apapun Bagi Suporter Sepak Bola

Keputusan suspensi sudah berakhir, namun faktanya tidak banyak yang berubah. Kelompok penggemar mengatakan bahwa pihak berwenang tidak dapat merencanakan dengan baik. Bahkan mereka menilai hanya ada sedikit upaya untuk mengatur kerumunan.

Pihak berwenang mengatakan bahwa ada 42.000 tiket yang terjual untuk arena berkapasitas 38.000. Mereka yang tidak memiliki tiket untuk pertandingan-pertandingan besar terkadang dapat masuk dengan berkumpul di pintu masuk dengan harapan pada akhirnya mendapat izin masuk.

Fans percaya bahwa pasukan keamanan memiliki kebiasaan memukul terlebih dahulu dan mengajukan pertanyaan kemudian. Gas air mata berada pada level yang berbeda, peristiwa tragis akhir pekan datang ketika beberapa berita menggembirakan keluar dari tim nasiona Indonesia.

Tim nasional yang kurang berprestasi cukup lama tingkat Asia, secara mengejutkan lolos untuk Piala Asia 2023. Pasukan Garuda akan tampil pada panggung kontinental untuk pertama kalinya sejak 2007 berkat kemenangan tandang mengesankan atas Kuwait. Tahun depan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 FIFA.

Turnamen ini mendorong investasi dalam fasilitas dan berpotensi sebagai langkah besar dalam pembangunan negara. Sekaligus merupakan impian jangka panjang suatu hari menjadi Brasil Asia. Bukan hanya dalam hal semangat dan tetapi juga kemampuan mengolah bola.***