Update Piala Dunia Argentina, Reaksi Lionel Messi Setelah Kalah

Update Piala Dunia Argentina, Reaksi Lionel Messi Setelah Kalah

Update Piala Dunia Argentina, Reaksi Lionel Messi Setelah Kalah

Update Piala Dunia Argentina, Reaksi Lionel Messi Setelah Kalah
Update Piala Dunia Argentina, Reaksi Lionel Messi Setelah Kalah

Hasil Pertandingan Argentina vs Arab Saudi – Update Piala Dunia Argentina menarik perhatian ketika Lionel Messi bereaksi setelah kekalahan mengejutkan.

Pemain PSG itu mengatakan kekalahan mengejutkan Argentina dari Arab Saudi adalah pukulan yang sangat berat.

Tetapi ia secara pribadi berjanji juara Amerika Selatan itu akan bangkit kembali dari kekalahan tersebut.

“Ini pukulan yang sangat berat, kekalahan menyakitkan. Tetapi kami harus terus percaya diri. Grup ini tidak akan menyerah. Kami akan mencoba untuk mengalahkan Meksiko,” ujar Lionel Messi pasca laga berakhir.

Sejatinya Lionel Messi sudah memberi Argentina keunggulan pada menit ke-10 dari titik penalti.

Hanya saja secara mengejutkan gol babak kedua dari Saleh Al-Shehri dan Salem Al-Dawsari membantu Saudi melakukan salah satu gebrakan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.

Hasil pertandingan bisa sangat berbeda bila tidak ada tiga keputusan offside yang ketat pada babak pertama melanda Argentina. Situasi itu jelas menggagalkan tiga potensi gol Albiceleste.

Update Piala Dunia Argentina, Albicelsete Menelan Pil Pahit Laga Perdana

Selengkapnya update Piala Dunia Argentina yang belum memenangkan bentrokan ajang ini dalam 36 tahun.

Membuat beberapa penggemar berpikir kutukan yang harus menjadi sasaran kesalahan.

Albiceleste terpaksa menyaksikan debut tim melawan Arab Saudi berakhir kekalahan 2-1 secara mengejutkan semua pihak.

Hasil ini akan tercatat sebagai kemenangan bersejarah oleh Arab Saudi yang sebelumnya terpandang sebagai pesaing tidak mengesankan.

Tidak terpungkiri jika Arab Saudi meninggalkan luka lain pada jiwa kesebelasan Argentina. Mengingat mereka memulai sebagai favorit karena bintangnya, Lionel Messi, mencari peluang terakhir untuk meraih trofi.

Baca Juga: Skuad Inggris Piala Dunia, Soliditas The Three Lions Bocor

Tentu saja ini lebih dari sekedar sepak bola, produktivitas Lionel Messi menjadi pertaruhan selama laga waktu penuh.

Pada babak kedua, pasukan pelatih Lionel Scaloni gagal mengeksploitasi garis pertahanan tinggi Saudi seperti yang mereka lakukan sebelum jeda.

“Kami tahu bahwa Arab Saudi adalah tim dengan pemain bagus yang menggerakkan bola dengan baik dan memainkan garis tinggi. Kami mengerjakannya tetapi sedikit terburu-buru. Tidak ada alasan, kami akan lebih bersatu dari sebelumnya,” tutur Lionel Messi.

Baca Juga: Update Piala Dunia Denmark, Kasper Hjulmand Gagal Pecah Telor

Argentina tiba di Qatar dengan satu-satunya ambisi untuk memastikan bahwa Piala Dunia terakhir Messi akan terkenang sebagai salah satu yang memandikan warisannya dalam cahaya keemasan.

Albiceleste memiliki dua pertandingan tersisa dalam Grup C yakni melawan Meksiko dan Polandia.

Kesebelasan Argentina lantas mencoba menyelamatkan harapan mereka merebut gelar juara dunia ketiga.

Bermain pada ajang Piala Dunia kelima dan mungkin terakhirnya, membuat Lionel Messi memikul beban ekspektasi seluruh bangsa pada pundaknya.

Kekalahan Argentina Bukan Perkara Sederhana Bagi Albiceleste

Bagi Argentina terlibas dari Arab Saudi 2-1 bukan sekadar kekalahan.

Melainkan sebagai aksi lapangan yang memalukan, memberikan aib dengan stigma yang membekas di depan 88.000 orang.

Tidak mudah mengangkat kepala atas laga yang tersiarkan langsung di televisi ke seluruh dunia.

Bila tergambarkan, maka rasa sakit ini akan lebih menyengat daripada kekalahan lain. Bukan hanya karena lawan tim Saudi yang tidak terkenal.

Namun, seolah mengingatkan bagaimana Arab Saudi sebelum turnamen lebih fokus pada menikmati diri sendiri daripada menang. Sesuai perkataan putra mahkota kerajaan mereka, Mohammed bin Salman.

Perbedaan sebenarnya adalah Argentina sendiri, mereka mengklaim sebagai tim nasional yang tidak terjerat dalam jaringan neurosis dan kompleks yang rumit.

Lionel Scaloni, pelatih telah mengembangkan sistem untuk memberikan dukungan yang Messi butuhkan sebagai veteran.

Mungkin rasa puas diri menjelaskan apa yang terjadi selanjutnya, Argentina seolah tertidur saat Saleh al-Shehri menyamakan kedudukan.

Kemudian menyaksikan tanpa daya saat Salem al-Dawsari menari melalui tiga tantangan dan melepaskan tembakan.

Patahnya Rekor Tak Terkalahkan Albicelsete

Sejak 2019, telah memainkan 35 pertandingan dan tidak pernah kalah. Lebih penting mengakhiri penantian selama satu generasi untuk kehormatan internasional.

Argentina merebut gelar Copa America pertamanya sejak 1993 dengan cara yang paling memuaskan yang bisa terbayangkan usai mengalahkan Brasil. Menyusul prestasi membongkar juara Eropa, Italia, dalam permainan Finalissima.

Albicelsete memiliki pemain terbaik pada musim Piala Dunia 2022, berdasarkan klaim pelatih kepala mungkin sebagai yang terbaik sepanjang masa.

Mereka sejatinya percaya diri dengan bentuk yang kaya, belum lagi adanya pemain pendukung sangat berbakat dan banyak penggemar.

Jalan-jalan Doha penuh dengan kaus Albiceleste, spanduk, dan bendera. Semua itu telah terjadi setidaknya selama tiga Piala Dunia.

Butuh waktu tidak lebih dari 10 menit untuk memecah semua. Argentina mendominasi babak pertama, hingga akhirnya kecemerlangan Lionel Messi tidak cukup menjamin hasil positif.***