Update Piala Dunia Denmark, Kasper Hjulmand Gagal Pecah Telor

Update Piala Dunia Denmark, Kasper Hjulmand Gagal Pecah Telor

Update Piala Dunia Denmark, Kasper Hjulmand Gagal Pecah Telor

Update Piala Dunia Denmark, Kasper Hjulmand Gagal Pecah Telor
Update Piala Dunia Denmark, Kasper Hjulmand Gagal Pecah Telor

Hasil Pertandingan Denmark vs Tunisia – Update Piala Dunia Denmark menunujukkan bagaimana tim Kasper Hjulmand berakhir imbang 0-0 oleh Tunisia dari Education City Stadium, Al Rayyan.

Eagles of Carthage yang duduk 20 tempat peringkat dunia di belakang Denmark menjadi tim yang tampil menonjol pada babak pertama. Tunisia terlihat jelas memiliki peluang untuk memimpin.

Hal terbaik dari mereka datang sesaat sebelum paruh waktu, tetapi upaya Issam Jebali dari jarak dekat masih bisa terselamatkan secara spektakuler oleh tangan kanan Kasper Schemeichel.

Denmark meningkatkan tempo memasuki babak kedua, hingga menit ke-70 menemukan peluang luar biasa untuk memimpin.

Tetapi sundulan Andreas Cornelius masih membentur bagian bawah tiang padahal kesempatan itu terlihat lebih mudah untuk mencetak gol.

Menjelang waktu tambahan penghujung babak kedua, terjadi drama VAR karena bek tengah Tunisia Yassine Meriah menangani bola dalam area penalti.

Namun, wasit memutuskan untuk tidak memberi Denmark penalti meski pergi ke monitor untuk meninjau rekamannya.

Tunisia kemudian bertahan selama beberapa menit terakhir untuk mengamankan poin berharga.

Update Piala Dunia Denmark, Drama Terlambat Gagalkan Eriksen Dkk Hasilkan Gol

Selengkapnya update Piala Dunia Denmark, Christian Eriksen dkk sudah berjuang keras tetapi tidak ada pihak yang bisa mengklaim kemenangan.

Setelah hanya enam pertandingan, pemain Denmark Andreas Cornelius tampaknya telah mengamankan kegagalan Piala Dunia.

Lantaran Andreas Cornelius entah bagaimana mengatur untuk mengarahkan sundulannya ke tiang dari jarak sekitar enam inci.

Skenario juga dapat berubah bila wasit yang mengambil kendali VAR menghadiahkan Denmark pada menit-menit terakhir karena handball.

Situasi demikian menjadi pukulan keras sekaligus membuat Tunisia lebih kompak, bersemangat, dan terorganisir.

Penampilan penuh semangat, termasuk gol yang teranulir oleh Issam Jebali, membuat para pendukung Tunisia bergejolak dari bangku penonton.

Baca Juga: Skuad Belanda Piala Dunia, Louis van Gaal Bulatkan Keputusan

Tunisia mampu menahan tim yang berisi pembebas bola mati terbaik dalam permainan.

Membuat penampilan pertama Christian Eriksen sejak ia menderita serangan jantung parah menjadi kurang sempurna.

Eriksen tidak mendapat rasa empati pada pertandingan Piala Dunia ini ketika melakukan tendangan sudut pertama.

Terdengar ribuan pendukung Tunisia melontarkan ejekan, beruntung peluit mengancam akan membengkokkan superstruktur baja stadion baru.

Baca Juga: Skuad Inggris Piala Dunia, Soliditas The Three Lions Bocor

Nyatanya Eriksen tidak keberatan, ia memang  memulihkan diri setelah pengalaman mendekati kematiannya.

Tentu, pemain Manchester United itu ingin bersama timnya melakukan yang terbaik. Eriksen tampak sebagai pemain Denmark yang paling tidak terganggu oleh hiruk pikuk Tunisia.

Tunisia mengambil poin penting dalam pertemuan kompetitif pertama mereka melawan Denmark di turnamen internasional.

Meskipun Tunisia mencatatkan 39% penguasaan bola ketimbang 61% milik Denmark. Nyatanya Carthage Eagles melakukan dua percobaan ke gawang lebih banyak daripada lawan mereka.

Tinjauan VAR Tidak Berbuah Peluang Menang Bagi Denmark

Schmeichel menarik napas lega, ketika Upaya Drager dari jarak jauh mengambil defleksi jahat dekat sisi Christensen menargetkan sudut gawang. Set-piece yang ia hasilkan masih melambung jauh ke atas mistar.

Denmark memiliki bola tetapi teranulir karena offside, lantaran Olsen menempatkannya ke pojok bawah hasil rebound setelah tembakan Damsgaard. Sayang sang gelandang serang berada dalam posisi offside dari umpan asli.

Poin pembicaraan besar dari permainan ini datang tepat pada penghujung waktu tambahan babak kedua.

Kala itu bek tengah Tunisia dinilai telah menangani bola dalam area penalti. Ofisial pertandingan, Cesar Ramos Palazuelos mendapat instruksi memeriksa monitor dari pinggir lapangan yang membuat Tunisia menjadi sangat cemas.

Tayangan ulang menunjukkan bahwa bola telah menyentuh tubuh bek sebelum mengenai lengannya.

Tetapi perasaan dalam tribun mengakui bahwa penalti kemungkinan besar akan diberikan setelah semua orang mengetahui bahwa insiden tersebut mendapat pemeriksaan wasit.

Ramos kemudian mengejutkan semua orang dengan tidak memberi Denmark tendangan penalti.

Hal tersebut otomatis membuat pelatih Tunisia Jalel Kadri menghela nafas lega lantaran insiden bisa berlalu dengan baik.

Ali Abdi Pemain Terbaik Pertandingan Carthage Eagles

Pierre-Emile Hojbjerg dan Ali Abdi bertarung memperebutkan bola selama pertandingan Grup D Piala Dunia antara Denmark dan Tunisia.

Menghasilkan bek sayap kiri Tunisia itu tampil fantastis untuk Carthage Eagles, karena ia menyeimbangkan dorongan menyerang dengan tanggung jawab pertahanannya dengan sangat baik.

Secara total, pemain berusia 28 tahun itu memenangkan tujuh tekel dengan tingkat keberhasilan 100%.

Ali Abdi memenangkan dua duel udara, membuat tujuh sapuan, dan membuat satu dribel sukses.

Selama karirnya ia memainkan sepak bola klub Caen di Ligue 2, terbukti menjadi alasan utama mengapa negaranya mampu meraih poin krusial.***