Gabriel Martinelli Arsenal Bungkam Soal Insiden Musim Lalu

Gabriel Martinelli Arsenal Bungkam Soal Insiden Musim Lalu

Gabriel Martinelli Arsenal Bungkam Soal Insiden Musim Lalu

Gabriel Martinelli Arsenal Bungkam Soal Insiden Musim Lalu
Gabriel Martinelli Arsenal Bungkam Soal Insiden Musim Lalu

Berita Terkini Arsenal – Gabriel Martinelli Arsenal baru -baru bertemu dengan legenda klub Ian Wright di Stitches. Pada kesempata itu sang penyerang menceritakan sebuah kisah tentang insiden aneh musim lalu. Sebelumnya pemain berusia 21 tahun menikmati kampanye 2021-22 yang sangat baik untuk The Gunners.

Namun, secara mengejutkan ia menerima kartu merah selama pertandingan kontra Wolverhampton Wanderers pada bulan Februari 2022. Martinelli mengaku jika belum pernah melihat situasi demikian selama bermain sepak bola. Bahkan ia menyinggung sedikit tentang aturan yang mengharuskannya bersedia menerima situasi rancu tersebut.

“Saya belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya sebelumnya dalam karier. Aturannya dapat mengatakan itu mungkin, tetapi Anda harus sangat bersedia untuk melakukannya,” tutur Gabriel Martinelli.

Kronologi Insiden Gabriel Martinelli Arsenal Hingga Berujung Pengusiran

Insiden kartu merah penyerang Gabriel Martinelli Arsenal setelah menghalangi pemain Wolves melakukan lemparan ke dalam. Namun karena pertandingan terus berjalan, wasit tak sempat memberinya kartu kuning.

Tak lama setelah itu, Martinelli mengejar pemain Wolves lalu melakukan pelanggaran. Wasit menganggap itu pelanggaran keras, sehingga kartu kuning untuk kejadian yang berdekatan mendapatkan dua kartu kuning dalam lima detik berujung kartu merah.

Baca Juga: Prediksi PSM Makassar Vs Bali United 29 Juli 2022 Liga 1 BRI

Martinelli menjelaskan insiden itu kepada Wright secara khusus saat hadir sebagai bintang tamu penyerang Inggris legendaris. “Anda tahu apa yang benar -benar lucu? Saya harus mengatakan permainan The wolves, Anda tahu pengirimannya? Dalam waktu 10 detik saya terusir. Hingga saat ini setiap menonton televisi dan melihat peristiwa itu selalu meledak tertawa,” ujarnya.

Semua orang bertanya pada Gabriel Martinelli namun ia tidak bisa menjelaskan apa yang sejatinya terjadi. Wright mulai bertanya apakah South America bisa percaya apa yang terjadi. Namun,  Martinelli menjawab bila ia tidak percaya dan tak mengerti harus berkata apa atas kartu dari Gestures Waing Card.

” Aku tidak tahu harus berkata apa, Dia memberi saya tiga kartu Gestures Waving Cards. Kemudian pergi, Tiga kartu!,” kenangnya.

Baca JugaPrediksi Sao Paulo Vs America MG 29 Juli 2022 Copa Do Brazil

Insiden itu menambah buruk rekor Arsenal dalam hal kartu merah. The Gunners sudah mengoleksi empat kartu merah hanya dalam enam pertandingan di semua kompetisi pada 2022.  Kala itu total Arsenal mengoleksi 15 kartu merah sejak Mikel Arteta menjadi manajer pada 2019.

Kartu merah mengubah banyak hal walaupun The Gunners tetap menang 1-0 atas Wolverhampton. Kini kasus itu bahkan bergulir mendapat penanganan khusu dari divisi pengawas kejahatan sepak bola Inggris. Membuat publik semakin kuat menilai akan adanya sebuah permainan yang terlibat.

FA Serius Lakukan Investigasi Perihal Kasus Kartu Kunin Gabriel Martinelli

Investigasi kartu kuning Arsenal di tengah pola taruhan yang mencurigakan. Enam belas pemain Arsenal yang berbeda telah mendapatkan peringatan dalam kampanye papan atas 2021-2022. Tetapi identitas anggota skuad Mikel Arteta yang terlibat masih menjadi rahasia.

Sebuah laporan mengklaim bahwa FA sedang mencari bandar taruhan yang menunjukkan jumlah uang tidak biasa. Federasi sepak bola Inggris itu menyadari masalah tersebut dan mengklaim mengetahui identitas pemain terlibat dalam transaksi. Kini kasus sudah menjadi tanggung jawab divisi kriminalitas sepak bola Inggris.

Baca Juga: Prediksi Sao Paulo Vs America MG 29 Juli 2022 Copa Do Brazil

FA merujuk pemesanan Granit Xhaka ke Badan Kejahatan Nasional untuk melanjutkan penyelidikan. Lantaran Granit Xhaka juga mendapat kartu kuning terlambat selama kemenangan Arsenal atas Leeds United. Investigasi berlangsung selama enam bulan untuk masalah yang terjadi.

Setelah semua materi investigasi lengkap, maka FA memutuskan untuk merujuk penyelidikan ke agen kejahatan terorganisir terkemuka negara itu. Menunjukkan keprihatinan serius atas korupsi dan kemungkinan kriminalitas.

Penyelidikan langsung berjalan setelah pertandingan pasca FA mendapat laporan bila Xhaka menerima kartu kuning tahap terakhir. Martinelli juga prihatin dengan pola taruhan yang mencurigakan. Mengisyaratkan bila sesuatu yang telah terjadi pada sepak bola profesional.

Contoh Kecurangan Masa Lalu yang melibatkan Sejumlah Nama Besar

Bek Lincoln City, Bradley Wood, dilarang bermain selama enam tahun pada tahun 2018 setelah terbukti bersalah karena sengaja dipesan dua kali selama perjalanan ke perempat final Piala FA. Namun, kasus-kasus penetapan titik yang terbukti jarang terjadi di Inggris.

Perjudian kerap berkaitan dengan dunia sepakbola. Taruhan atas suatu pertandingan kerap membuat orang terjebak dalam dunia gambling. Kali ini kejadian tersebut menimpa ayah dan paman Wayne Rooney. Mereka berdua terlibat dalam skandal pengaturan skor antara klub Motherwell dan Hearts.

Kasus penyelidikan bermula ketika muncul kecurigaan pihak berwajib terhadap kartu merah yang Steve Jennings terimadalam pertandingan. Gelandang Motherwell tersebut langsung dicerca dengan banyak pertanyaan dalam penyelidikannya. Wayne Rooney awalnya mengaku tak terbebani atas kasus tersebut. Ia tetap menjalankan kewajibannya untuk membela the Three Lions dalam lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2012.

Sayang emosinya masih tidak stabil karena dalam pertandingan melawan Montenegro tersebut ia dengan sengaja menendang kaki salah seorang pemain lawan. Tindakannya membuatnya mendapat kartu merah dan harus absen pada babak grup putaran final Euro 2012.***