5 Maret 2024

SITUS SEPAK BOLA PIALA DUNIA

PREDIKSI BOLA| SKOR BOLA| BERITA BOLA| HASIL PERTANDINGAN

Polisi Brasil Serang Fans Argentina, Presiden FIFA Tanggapi

4 min read
Polisi Brasil Serang Fans Argentina, Presiden FIFA Tanggapi

Polisi Brasil Serang Fans Argentina, Presiden FIFA Tanggapi

Polisi Brasil Serang Fans Argentina, Presiden FIFA Tanggapi
Polisi Brasil Serang Fans Argentina, Presiden FIFA Tanggapi

Polisi Brasil Serang Fans Argentina – Tindakan kontroversial terjadi dalam lapangan saat polisi Brasil memukuli para penggemar Argentina.

Tindakan kekerasan itu bahkan memaksa Lionel Messi dan rekan-rekannya untuk meninggalkan lapangan.

Pertandingan kualifikasi Piala Dunia CONMEBOL antara kedua tim rival berakhir dengan kemenangan Argentina tetapi insiden luar lapangan tak kalah menarik perhatian.

Dalam atmosfer yang sudah memanas, para penggemar Brasil melampiaskan kekecewaan mereka terhadap kekalahan timnas dengan menyerang pendukung Argentina.

Sorakan mendukung Messi dari fans berubah menjadi kekacauan saat polisi terlibat dalam bentrokan dengan para pendukung Argentina.

Meskipun Messi dkk tampil gemilang dalam lapangan, bangku tribun menjadi mencekam lantaran adanya kekacauan.

Pihak kepolisian Brasil mengaku terpaksa mengintervensi untuk mengendalikan situasi. Otomatis Messi dan rekan-rekannya terpaksa meninggalkan lapangan lebih awal demi keamanan mereka.

Nicolas Otamendi mencatatkan gol kemenangan untuk Argentina tetapi insiden kontroversial ini meninggalkan tanda tanya besar.

Pertemuan berikutnya antara kedua tim terjadwalkan pada bulan Maret 2024 sebagai panggung balas dendam setelah ketegangan yang terjadi.

Insiden ini menambah catatan kelam Brasil yang sudah kalah tiga pertandingan berturut-turut sekalihus meningkatkan rivalitas memanas antara kedua tim nasional.

 

Polisi Brasil Serang Fans Argentina Terungkap Alasan Sebenarnya dari Kericuhan

Kronologi polisi Brasil serang fans Argentina, tensi tinggi merayapi Maracana ketika insiden memilukan sebelum laga tim samba kontra Argentina mulai.

Kericuhan antara polisi Brasil dan pendukung Argentina telah mengungkapkan alasan di balik kekacauan yang terjadi dari tribun stadion.

Sebelum pertandingan mulai, suasana sudah memanas seketika kekerasan tiba-tiba meletus dari tribun penonton.

Lantas Polisi Brasil dengan kasar menyerang pendukung Argentina dari belakang gol menciptakan pemandangan yang memilukan lantaran banyak orang terluka.

Baca Juga: Penyerangan Kualifikasi Piala Dunia Mesir, Mohamed Salah Nyaris

Pertemuan kali ini adalah momen penting terutama karena Argentina kembali ke Maracana setelah kemenangan atas Copa America 2021. Ironisnya kegembiraan pesta olahraga terguncang oleh insiden yang mengejutkan.

Lionel Messi yang sangat dihormati oleh penggemar kedua tim terpaksa membawa rekan-rekannya keluar lapangan setelah menyaksikan aksi brutal polisi Brasil terhadap pendukung.

Kejadian ini diduga mulai saat lagu kebangsaan Brasil berkumandang tetapi asal mula bentrokan masih belum jelas.

Kemudian Polisi secara tiba-tiba melancarkan serangan kejam, memukuli pendukung Argentina bahkan ketika para pemain berusaha menghentikan kekerasan tersebut.

Baca Juga: Laga Persahabatan Lionel Messi, Legenda Bola Penuhi Inter Miami

Para pemain Argentina terpicu oleh tindakan brutal ini, terutama setelah pengalaman sebelumnya di final Copa Libertadores.

Banyak dari mereka memiliki ikatan emosional dengan para pendukung yang menjadi korban pada tribun.

Emiliano Martinez bahkan berusaha untuk campur tangan secara fisik melihat kekerasan yang terjadi.

Sehingga Lionel Messi memberi isyarat kepada rekan-rekannya bahwa mereka tidak akan memainkan pertandingan dalam suasana yang tidak kondusif.

Hingga Argentina kemudian meninggalkan lapangan untuk beberapa saat.

Sekalipun drama luar lapangan mengganggu, Argentina akhirnya kembali ke pertandingan hingga berhasil meraih kemenangan 1-0.

 

Pasca Polisi Brasil Serang Fans Argentina Sekali Lagi Kekacauan Warnai Laga

Masih dalam penyelidikan mengapa Polisi Brasil serang fans Argentina pada 21 November 2023.

Keputusan dramatis terjadi di Maracana setelah insiden memilukan dari tribun penonton mengguncang pertandingan antara Brasil dan Argentina.

Lionel Messi, sebagai kapten tim Argentina mengambil langkah penting dengan membawa timnya meninggalkan lapangan setelah polisi Brasil terlibat dalam kekerasan.

Pemandangan mengerikan terjadi ketika polisi Brasil terlihat melakukan serangan terhadap suporter dalam stadion.

Padahal kala itu tribun stadion dipenuhi hampir 78.838 penonton yang mendukung kedua tim nasional Brasil dan Argentina.

Adanya aksi kekerasan terjadi membuat pertandingan yang seharusnya berlangsung pada pukul 19:30 ET tertunda hingga pukul 20:00 ET.

Pihak Lionel Messi mengambil sikap tegas dengan memutuskan untuk menarik timnya keluar lapangan.

“Kami akan pergi. Argentina tidak bisa bermain dalam situasi seperti ini,” ujar Lionel Messi.

Langkah tersebut dengan cepat La Pulga ambil setelah beberapa penggemar terlihat terkejut dan bahkan menangis menyaksikan bentrokan antara polisi dan pendukung.

Penyebab pasti dari insiden tragis yang menunda kualifikasi Piala Dunia CONMEBOL ini masih belum jelas.

CBF berdalih dengan mengatakan pendukung campuran adalah standar dalam pertandingan yang diselenggarakan oleh FIFA dan CONMEBOL.

“Ini bukanlah model yang diciptakan atau dipaksakan oleh CBF. 1050 penjaga keamanan swasta dan 700 petugas polisi militer bekerja untuk mengamankan pertandingan tersebut,” ujar CBF, federasi sepak bola Brasil.

Namun, Argentina memimpin klasemen kualifikasi dengan keunggulan lima poin atas Brasil. Sekaligus menandai pertemuan penting Lionel Messi setelah kemenangan Piala Dunia di Qatar.

Keputusan Messi untuk membawa timnya meninggalkan lapangan menegaskan pentingnya kondisi aman dan kondusif dalam setiap pertandingan.

Sementara ini, kejadian memilukan di tribun Maracana akan meninggalkan dampak mendalam dalam ingatan akan persaingan sengit antara kedua tim besar.

 

Presiden FIFA Tanggapi Kericuhan Pendukung Tim Tango Versus Skuad Samba

Berita Viral Brasil vs Argentina –  Rivalitas epik antara Brasil dan Argentina mencatat babak baru dalam sejarah sepak bola. Terutama setelah pertemuan sengit pada kualifikasi Piala Dunia.

Dari Maracana yang ikonik, Brasil mengalami kekalahan kandang pertama dalam sejarah kualifikasi Piala Dunia saat Argentina meraih skor 1-0.

Tandukan Nicolas Otamendi pada menit ke-63 menciptakan sejarah dengan memberikan Argentina tiga poin berharga.

Sementara Brasil mengalami kekalahan ketiga berturut-turut untuk pertama kalinya dalam sejarah Selecao.

Sorotan pertandingan tidak hanya terfokus pada lapangan melainkan juga insiden kekerasan dan kekacauan tribun stadion.

Setelah bentrokan antara dua kelompok suporter, polisi Brasil melakukan tindakan keras terhadap suporter Argentina.

Hal itu memang memicu reaksi marah dari Lionel Messi dan tim nasional Argentina.

Ketegangan mencapai puncaknya saat kiper Aston Villa Emi Martinez naik ke tribun untuk mencegah penggunaan kekerasan seorang petugas polisi terhadap penggemar Argentina.

Selain itu, delapan orang tertangkap termasuk seorang wanita karena diduga melakukan pelecehan rasial.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa tidak ada tempat untuk kekerasan dalam sepak bola.

“Peristiwa seperti itu, seperti yang terlihat pada kualifikasi Piala Dunia antara Brasil dan Argentina di stadion Maracana. Tidak mendapat tempat dalam olahraga atau masyarakat kita. Tanpa pengecualian, semua pemain, penggemar, staf, dan ofisial. Harus aman dan terlindungi untuk menikmati dan bermain sepak bola. Saya menyerukan kepada semua otoritas terkait untuk memastikan bahwa hal ini terhormati pada semua tingkatan,” papar Gianni Infantino.***

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.