Everton dan Frank Lampard Dalam Bahaya Kejatuhan Degradasi

Everton dan Frank Lampard Dalam Bahaya Kejatuhan Degradasi
Everton dan Frank Lampard Dalam Bahaya Kejatuhan Degradasi

Degredasi Liga Inggris – Everton dan Frank Lampard hadapi bahaya pasca terjatuh ke zona degradasi. Situasi The Toffees jelas sangat serius setelah kekalahan mereka atas Liverpool. Hal ini otomatis memberi catatan kelam pada perjalanan karir Lampard sebagai bos Everton.

Setiap rencana Frank Lampard sama sekali tidak berjalan sesuai dengan harapannya. Mantan manajer Chelsea itu memasuki Goodison Park membawa harapan optimis. Ia menargetkan membuat Everton bisa finish setidaknya 7 besar di Liga Inggris. Faktanya semua upaya yang Lampard lakukan memberikan progresif cukup lambat.

Total 12 pertandingan Liga Premier telah Everton lakoni bersama pengawasan Frank Lampard. Mereka menghasilkan 9 kalah dan 3 kemenangan, melihat jumlah kekalahan lebih banyak dari seharusnya. Sudah pasti menyebabkan situasi frustasi bagi pelatih, pemain, hingga fans. Sampai puncaknya supporter The Toffees mengamuk dan merusak fasilitas stadium Anfield.

Kekalahan Liverpool Tempatkan Everton dan Frank Lampard Dalam Masalah

Sebelumnya Liverpool sebabkan kekalahan untuk Everton dan Frank Lampard. Membuat pasukan The Toffees sekarang tertinggal dua poin di belakang Burnley sebagai penghuni urutan ke-17 . Penyebabnya sudah jelas karena penampilan buruk mereka menjadi cikal bakal turunnya kesebelasan ke kompetisi Championship.

Everton bermain sangat buruk dalam beberapa bulan terakhir. Tidak sedikit aksi lapangan mereka menampilkan hasil yang mengerikan. Deretan kekakalahan yang kesebelasan Godison Park alami. Yakni The Toffees menderita kekalahan 3-1 dari Newcastle United. Termasuk kalah 2-0 dari Southampto. Bahkan Everton sempat kalah mutlak 5-0 oleh Tottenham. Serta dihajar 4-0 oleh Crystal Palace.

Baca Juga: Prediksi West Ham Vs Arsenal 1 Mei 2022 Liga Inggris

Kemenangan keburuntungan yang mereka dapatkan ketika awal April Manchester United lakukan bentrokan lawatan. Momentum itu berbarengan dengan insiden Cristiano Ronaldo melakukan pemukulan pada salah satu fans di Godison Park. Satu kali kemenangan jelas tidak cukup untuk memenuhi defisit poin.

Derby Merseyside menjadi malapateka bagi Everton sekaligus karir Frank Lampard.  The Toffees mencoba yang terbaik untuk membuat frustrasi tim asuhan Jurgen Klopp. Pendekatan ini rupanya berhasil pada babak pertama. Kedua belah pihak sama-sama belum menghasilkan skor. Namun, rupanya hanya masalah waktu sebelum The Reds menemukan jalan.

Baca Juga: Prediksi Athletic Bilbao Vs Atletico Madrid 1 Mei 2022 Liga Spanyol

Liverpool berhasil menemukan terobosan pada menit ke-62 lewat penyelesaian penuh kepercayaan diri Andy Robertson. Pemain pengganti Divock Origi turut membuat skor menjadi 2-0 menjelang akhir pertandingan. Situasi The Toffees yang sudah buruk semakin sengsara.

Merujuk dari perfoma Everton sepanjang musim ini, skuad asuhan Frank Lampard memiliki peluang degradasi 51,4%. Mau atau tidak kesebelasan London Timur harus mempersiapkan diri sebagai upah permainan ikonsisten. Everton tampil sebagai tim sepak bola yang belaga di Liga Inggris selama 68 tahun berturut-turut.

Satu Pertandingan Tak Cukup Selamatkan Everton dan Frank Lampard

Sudah jelas status Everton pada divisi Liga Premier saat ini dalam bahaya serius. Meskipun mereka masih memiliki satu pertandingan tersisa. Hasil apapun yang The Toffees hasilkan tidak menunjukkan bahwa mereka bisa keluar dari zona degradasi.

Frank Lampard masih menjadi sosok yang optimis. Ketika berkomentar setelah anak asuhnya kalah dari Liverpool. Agar bisa keluar dari zona degradasi mereka harus mengumpulkan 18 poin. Jelas mustahil mengumpulkan angka tersebut melihat situasi kompetisi yang tidak memungkinkan.

Mantan pelatih Chelsea itu meminta para pemain, klub, dan penggemar tidak menyikapi situasi mereka secara negatif. Sebaliknya ia menyarankan agar semua pihak mau berikap realistis. “Bersikaplah realistis, ada banyak permainan yang harus kami coba untuk menangkan. Dengan sikap yang kami tunjukkan, kebersamaan dan semangat. Jika beberapa hal berjalan sesuai keinginan, kami akan mendapatkan hasilnya,” ungkap Frank Lampard.

Optimis Musim Berikutnya The Toffees Dapat Bangkit

Syarat agar Everton mampu mewujudkan target mereka yaitu setiap pertandingan mereka harus tepat sasaran. Sebagai gantinya mereka perlu bersatu ketika melakukan perjuangan bersama dan saling percaya. “Seluruh klub harus melakukan, akan ada beberapa obrolan negatif eksternal. Tetapi kami sudah dalam pertarungan ini sejak saya datang. Jika ingin sampai akhir, ayo berdiri dan selesaikan,” paparnya.

Kejadian Everton masuk zona degradasi bukan lah kali pertama terjadi. Everton menemukan diri mereka di zona degradasi untuk pertama kalinya pada musim 1998-99. Kali ini, mereka mengulangi kembali situasi berbahaya dan serius. Situasi dapat saja berubah kecuali mereka dapat menuntaskan pertandingan tersisa musim ini dengan poin penuh.***

Prediksi Bola Terkini

PREDIKSI BOLA | SKOR BOLA | JADWAL BOLA | BERITA BOLA

Mungkin Anda Menyukai