Real Madrid Pesta Gol, Meski Karim Benzema Cedera Lutut

Real Madrid Pesta Gol, Meski Karim Benzema Cedera Lutut

Real Madrid Pesta Gol, Meski Karim Benzema Cedera Lutut

Real Madrid Pesta Gol, Meski Karim Benzema Cedera Lutut
Real Madrid Pesta Gol, Meski Karim Benzema Cedera Lutut

Hasil Pertandingan Celtic vs Real Madrid – Real Madrid pesta gol terbuka pada menit ke-50 saat Vinicius Junior mematahkan perlawanan Celtic. Tuan rumah akhirnya tumbang oleh juara bertahan Real Madrid dalam pertandingan pembuka Liga Champions. Meskipun menit awal yang hidup mengantar atmosfer yang menggembirakan dalam Glasgow.

Lima tahun setelah Celtic terakhir tampil pada kampanye papan atas Eropa. Kesebelasan Skotlandia itu sempat membuat Real ketakutan pada babak pertama. Mereka menciptakan serangkaian peluang, termasuk tembakan dari tiang gawang oleh Callum McGregor.

Namun setelah jeda, kualitas lapangan tim tamu bangkit berkat gol pembuka dari Vinicius Junior. Menyusul tembakan berbuah gol milik Luka Modric dan Eden Hazard yang menunjukkan kelas mereka sekaligus mengamankan kemenangan.

Real Madrid Pesta Gol Namun Kehilangan Mesin Gol Gacor

Bentrokan perdana fase grup Liga Champions Real Madrid pesta gol walau jauh dari rumah. Celtic terpuruk dalam kandang sendiri, berkat upaya Eden Hazard sumbang gol dan assist. Los Blancos tampil begitu mengesankan pada setiap laganya.

Mereka memulai mempertahankan mahkota Liga Champions, langkah pertama mereka dengan mengalahkan Celtic 3-0 dalam pertandingan fase grup F. Laga berlangsung dari Celtic Park, Glasgow pada Selasa dini hari. Hasil tersebut merupakan langkah awal yang bagus untuk pasukan Los Blancos musim ini.

Baca Juga: Thomas Tuchel Chelsea Nasibnya Usai Terlibas Dinamo Zagreb

Memasuki babak pertama Celtic yang bertindak sebagai tuan rumah. Mereka beberapa kali mencoba mencetak gol ke gawang Real Madrid. Justru harus kebobolan pada menit ke-56 oleh Vinicius Junior. Vinicius Junior menerima umpan silang yang dari Federico Valverde. Alhasil pasukan Los Blancos memimpin kedudukan sementara 1-0.

Namun pada laga yang sama Real Madrid harus kehilangan sosok Karim Benzema. Pemain Prancis itu harus keluar lapangan lantaran mengalami cedera lutut pada menit ke-30. Meskipun demikian cedera Karim Benzema tidak serta merta menjadi hambatan bagi pasukan Carlo Ancelotti menguasai jalanya permainan.

Baca Juga: Mikel Arteta Arsenal Percaya Diri Berlebihan, Kini Sedikit Goyah!

Secara keseluruhan aksi para pemain Real Madrid terbilang cukup memukau sehingga membuat tuan rumah merasa kewalahan. Walaupun tak terpungkiri jika permainan Celtic mampu merepotkan lini pertahanan Real Madrid sepanjang babak pertama.

Hanya saja setiap tekanan dan serangan balik yang tuan rumah lakukan, masih mampu terantisipasi dengan baik oleh pasukan Los Blancos. Sejatinya Celtic bisa saja unggul dalam satu menit, sayang tembakan Liel Abada mampu termentahkan oleh Eder Militao.

Real Madrid Sukses Patahkan Kesempatan Celtic Cetak Gol

Sementara itu, kesempatan lain yang Liel Abada dapatkan ia arahkan lurus ke Thibaut Courtois. Sebelum kapten Celtic Callum McGregor melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti namun masih mengenai tiang gawang.

Sejumlah tembakan Celtic masih mampu terantisipasi oleh kiper asal Belgia itu. Sehingga kedudukan masih skuad Real Madrid pimpin. Pada pertengahan babak kedua tensi permainan semakin meningkat. Kesebelasan Spanyol kembali mendapatkan peluang untuk menggandakan kedudukan pada menit ke-60.

Eden Hazard beraksi dengan sangat bagus, ia mampu memberikan assist ke Luka Modric. Sehingga pemain asal Kroasia itu dapat mengeksekusinya dengan baik. Melalui tendangan trivela yang ia lepaskan mengubah kedudukan menjadi 0-2.

Setelah unggul 2 gol, Real Madrid semakin meningkat tempo permainan. Eden Hazard yang bermain sebagai pemain pengganti Karim Benzema, akhirnya berhasil mencetak gol menit ke-77. Hazard memanfaatkan umpan dari Dani Carvajal, sekaligus mengukuhkan kemenangan atas Real Madrid. Kemenangan 0-3 merupakan perolehan awal yang positif menuju puncak Liga Champions.

Celtic selaku tuan rumah dalam pertandingan tersebut harus merenung kegagalannya. Mereka terpaksa mengakui ketangguhan para pemain Real Madrid. Sekaligus mengantarkan mereka pada dasar klasemen fase grup F Liga Champions. Sedangkan Madrid berhak menempati peringkat ke-2 klasemen grup F.

Pemain yang Layak Mendapat Perhatian Pekan Pertama Fase Grup F

Luka Mdoric, maestro Kroasia berusia 37 tahun tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Mdoric menjalankan pertunjukan pada babak kedua. Menjelang dua menit tersisa, saat tertinggal 3-0 para penggemar Celtic menyanyikan nama manajer mereka berulang-ulang. Menunjukkan betapa Postecoglou sangat dihormati karena gaya sepak bolanya.

Seandainya Abada menunjukkan sikap kejamnya seperti biasa, segalanya mungkin akan berbeda. Seperti yang terjadi, Kroos dan Modric melakukan upaya luar biasa didukung oleh pemain Prancis Aurelien Tchouameni. Kroos menyelesaikan 119 operan sendiri dan bolanya berbuah gol ketiga.

Postecoglou merasa bertanggung jawab kepada penggemar Celtic. Sang manajer Celtic jelas kecewa dengan hasil pasukannya. Ia menilai jika gol pertama akan selalu menjadi penting dan sebelum Vincius membuka pertahanan tuan rumah semua baik-baik saja.

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti mengakui jika bentrokan dengan Celtic tidaklah mudah. “Itu seperti dua pertandingan, babak pertama kami sedikit menderita dengan intensitas. Babak kedua kami memiliki kendali. Tidak terkejut dengan start Celtic, kami tahu mereka bisa memulai dengan sangat cepat. Real Madrid beruntung karena mereka membentur tiang. Babak kedua, jauh lebih baik, ketika kami membuka untuk mencetak gol. Sehingga lebih mudah untuk mengontrol bola,” pungkas Ancelotti.***