Terbongkar Alasan Carlo Ancelotti Minggat dari PSG, Kecewa Dikatakan

Terbongkar Alasan Carlo Ancelotti Minggat dari PSG, Kecewa Dikatakan
Terbongkar Alasan Carlo Ancelotti Minggat dari PSG, Kecewa Dikatakan

Carlo Ancelotti Real Madrid – Terbongkar alasan Carlo Ancelotti minggat dari PSG yang sempat ia pimpin pada periode 2012-2013. Berapapun penawaran atau semenarik apa peluang melatih Paris Saint-Germain. Hal itu tidak akan berlaku untuk kepala pelatih Real Madrid.

Ia membeberkan jika klub Paris menyebutkan kata-kata yang seharusnya tidak layak seorang Ancelotti dapatkan. “Bagaimana kamu bisa mengatakan itu padaku?,” kenang Manajer Real Madrid Carlo Ancelotti.

Seperti yang diketahui bila sebelum bergabung dengan Los Blancos. Ia pernah bekerja di PSG antara Januari 2012 dan Juni 2013. Sementara bulan lalu Real Madrid sukses mengalahkan Les Parisiens dalam babak 16 besar Liga Champions.

Sakit Hati Menjadi Alasan Carlo Ancelotti Minggat dari PSG

Hal yang menjadi alasan Carlo Ancelotti minggat dari PSG adalah efek sakit hati pelatih tersebut. Setelah sekian lama akhirnya sang ahli taktik membongkar penyebab ia pergi dari klub tanpa basa-basi. Kala itu dewan klub memberikannya ultimatum bahwa Ancelotti harus mengalahkan Porto.

Posisi Paris Saint-Germain dalam pertandingan penyisihan grup Liga Champions 2012. Carlo Ancelotti yang sudah bekerja nyaris satu tahun tentu memahami kapasitas permainannya. Posisi Ancelotti saat itu sebagai pengganti Antoine Kombouare. Pelatih itu dipecat tak lama setelah pengambilalihan QSI pada 2011.

Baca Juga: Prediksi Athletic Bilbao Vs Atletico Madrid 1 Mei 2022 Liga Spanyol

Awalnya Ancelotti terlihat nyaman menjalani perannya sebagai ahli taktik di Paris. Ia bahkan dengan percaya diri melakukan sejumlah langkah efektif yang memberi dampak positif untuk tim. Perubahan yang signifikan jelas terlihat nyata oleh PSG dan dunia. Hingga terciptalah insiden perginya Carlo Ancelotti pasca 12 bulan melatih.

Baca Juga: Prediksi West Ham Vs Arsenal 1 Mei 2022 Liga Inggris

Pelatih asal Italia itu mengaku melatih PSG berkat direktur olahraga Leonardo yang saat ia kelola sebagai pemain. Qatar baru saja membeli klub tersebut dan ia melihat jika prospek positif bisa terjadi di Paris. Terlebih tim memang belum memiliki manajer. Kedatangan Ancelotti langsung melakukan restruktur sesi latihan sejumlah perbaikan fasilitas.

“Saya pergi ke sana berkat direktur olahraga Leonardo, yang saya kelola sebagai pemain. Itu adalah klub yang baru saja dibeli Qatar. Saya sangat menyukai proyek ini dan belum ada manajer. Kami mulai mengubah struktur sesi latihan, menempatkan dapur, dll,” papar Carlo Ancelotti.

Ancaman Tidak Sopan PSG Kecewakan Carlo Ancelott

Carlo Ancelotti juga menyebut jika para pemain PSG adalah orang-orang yang disiplin waktu. Mereka akan datang 30 menit sebelum waktu latihan. Kemudian meninggalkan arena latihan 30 menit setelahnya. “Saya menyukai proyek ini, tetapi di tahun kedua mereka tidak begitu senang dengan saya,” ungkapnya.

Pelatih top dunia itu kemudian menjelaskan lebih jauh bagaimana ancaman yang ia terima dari PSG. Yakni pihak klub memberi tekanan dan ancaman untuk mengalahkan Porto pada fase grup Liga Champions Desember 2012. Cara mereka berbicara rupanya memengaruhi keputusan Ancelotti segera pergi.

Kondisinya saat itu PSG sudah lolos ke sistem gugur pertandingan Liga Champions. Memang Paris Saint-Germain sempat kalah dalam satu pertandingan Liga dari Nice 1-2. Sebelum menang melawan Evian 4-0. “Mereka mengatakan kepada saya bahwa jika tidak bisa mengalahkan Porto, mereka akan memecat,” ucap Carlo Ancelotti emosional.

Carlo Ancelotti yang tidak percaya dengan sikap klub lantas menganggap hubungan keduanya sudah rusak. “Saya mengatakan kepada mereka, ‘bagaimana Anda bisa mengatakan itu kepada saya?’, itu merusak kepercayaan kami. Saya memutuskan untuk pergi pada bulan Februari, bahkan jika mereka ingin memperbarui saya,” lanjutnya.

Lebih Bahagia Bersama Real Madrid

Orang Italia ini sedang menikmati masa yang baik bersama Real Madrid. Carlo Ancelotti memimpin 77 pertandingan di semua kompetisi selama waktunya bersama PSG. Dengan rata-rata 2,13 poin per pertandingan. Ancelotti juga mencatat 49 kemenangan, 17 imbang dan 11 kekalahan. Total poin penghitungannya mencapai 164 menurut Transfermarkt.

Pelatih kawakan itu berhasil memimpin Parisians meraih gelar Ligue 1 selama kampanye 2012-13. Sayangnya, itu adalah satu-satunya trofi yang ia menangkan bersama klub. Selepasnya ia pergi ke Real Madrid pada musim panas 2013 menghabiskan dua tahun. Kemudian pergi ke beberapa klub lain sebelum kembali musim panas lalu.***

Prediksi Bola Terkini

PREDIKSI BOLA | SKOR BOLA | JADWAL BOLA | BERITA BOLA

Mungkin Anda Menyukai