Eduardo Almeida Arema, Efisiensi Tim Menjadi Pertanyaan

Eduardo Almeida Arema, Efisiensi Tim Menjadi Pertanyaan

Eduardo Almeida Arema, Efisiensi Tim Menjadi Pertanyaan

Eduardo Almeida Arema, Efisiensi Tim Menjadi Pertanyaan
Eduardo Almeida Arema, Efisiensi Tim Menjadi Pertanyaan

Hasil Pertandingan Arema – Eduardo Almeida Arema menilai timnya kalah lantaran kurang effisien dalam memanfaatkan peluang saat menghadapi Persija Jakarta. Hal ini pelatih ungkapkan seusai timnya kalah 0-1 dari Persija Jakarta pada pekan ketujuh Liga 1 BRI 2022-2023. Michael Krmencik pada menit ke-44 membobol gawang Singo Edan dari Stadion Kanjuruhan Malang.

Perihal peluang Eduardo Almeida mengatakan anak asuhnya memiliki kesempatan lebih dari enam kali. Tuan rumah tercatat melepaskan 11 kali tembakan, tapi hanya tiga tembakan mengarah ke gawang Macan Kemayoran. Sekiranya banyak peluang tersebut bisa Arema maksimalkan, maka dua gol pasti bisa tercipta menurut Almeida.

“Persija seingat saya bikin dua peluang, tapi mencetak satu gol. Mereka lebih efisien,” ungkap Eduardo Almeida. Atas kekalahan skuad asuhannya, ia tak bisa menyalahkan siapa-siapa atas. Melainkan hanya melontarkan kalimat klise ‘inilah sepak bola’. Menurutnya, para penggawa Singo Edan mampu menciptakan banyak peluang juga layak mendapat apresiasi.

Eduardo Almeida Arema Lihat Timnya Gagal Atas Persija Jakarta

Tentu tak mudah bagi Aduardo Almeida Arema melihat timnya kembali gagal mencapai target mengamankan tiga poin saat melawan Persija Jakarta dalam lanjutan Liga 1 BRI. Singo Edan menyerah dengan skor tipis 0-1 berkat gol tunggal Michael Krmencik pada menit ke-44 dari Stadion Kanjuruhan Malang.

Hasil ini jelasa mengecewakan segenap anggota tim Arema FC dan juga penggemar yang datang ke stadium. Lantaran kekalahan atas Persija langsung puluhan ribu Aremania saksikan. “Jika melihat hasil akhir yang diraih tim ini, tentu saya sangat sedih,” ujar Eduardo Almeida ketika sesi post-match press conferrence.

Baca Juga: Erik Ten Hag Manchester United Temukan Formula Tim Terbaiknya

Almeida berpendapat, Evan Dimas dkk semestinya layak mendapat poin dengan performa melawan Persija. Hanya saja beragam peluang tercipta bagi Arema FC tak berujung satu gol pun sepanjang 90 menit lebih 5 menit babak injury time. Total ada 6 peluang emas yang semestinya menjadi gol. Tetapi bola sama sekali tidak meyentuh gawang Macan Kemayoran.

Kendati secara target, mereka gagal memberi hasil terbaik sesuai keinginan suporter. Pelatih tetap bangga dengan permainan skuad asuhannya. Mengingat seluruh pemain sudah berusaha maksimal. “Permainan mereka (Persija) lebih efisien. Padahal, kami sudah sukses mengontrol jalannya permainan,” lanjut pelatih Portugal itu.

Baca Juga: Robert Lewandowski Barcelona Rangkaian Gol Cantiknya Pukau La Liga

Kekalahan 0-1 dari Persija Jakarta praktis membuat Arema FC gagal menembus 5 besar klasemen Liga 1. Johan Ahmat Farizi dkk harus rela melihat posisinya melorot ke urutan 9 klasemen Liga 1 BRI dengan 10 poin. Sejauh ini Singo Edan sudah 3 kali menang, 1 imbang dan 3 kali kalah

Arema Sempat Libas RANS Nusantara 4-2 Sebelum Terpuruk Dalam Kandang

Pasukan Singo Edan tampil gemilang saat bermain di kandang sendiri, melibas RANS Nusantara FC dengan skor 4-2. Ketika memasuki menit babak pertama, RANS mencoba melakukan ancaman ke jantung pertahanan Arema FC.

Jujun Junaedi berhasil melepaskan tembakan pertama tepat ke arah gawang. Tetapi tembakan tersebut masih mampu tergagalkan oleh penjaga gawang Singo Edan. Berikutnya, pasukan Eduardo Almeida mencoba memberikan tekanan bertubi-tubi ke lini pertahanan lawan.

Pada menit kesembilan, tuan rumah pun berhasil mendapatkan peluang pertama untuk mencetak gol. Kala itu Ilham Udin Armaiyn bergerak bebas ke depan gawang RANS dan meneruskan umpan silang Dendi Santoso. Sehingga kedudukan berubah menjadi 1-0. Gol tersebut memberikan semangat para pemain dan membuat mereka semakin nyaman menampilkan permainan.

Setelah kebobolan, RANS mencoba bangkit dari ketertinggalan lewat Wander Luiz. Bersama rekan-rekannya, Luiz membangun serangan untuk merobek gawang Arema. Kembali lagi-lagi mereka mengalami kesulitan dalam menjebol pertahanan tuan rumah.

Namun pasukan The Prestige Phoenix tidak menyerah untuk mendapatkan angka. Mereka terus-menerus mencoba menembus jantung pertahanan lawan. Ketika RANS berupaya mencetak gol ke gawang Arema FC, kesekian kalinya justru kebobolan pada menit ke-22. Lewat aksi Jayus Hariono, ia berhasil memanfaatkan bola rebound dari tembakan Dendi Santoso yang membentur tiang gawang dan gol.

Hanya berselang tujuh menit kemudian, Arema FC berhasil mencetak gol ketiga. Melalui tendangan voli Sergio Silva, setelah mendapatkan umpan dari Jayus Hariono. Tertinggal 3-0, membuat RANS melakukan perubahan strategi. Pasukan Rahmad Darmwan memasukkan Defri Rizki pada menit ke-33 menggantikan Jujun Junaedi.

Permainan Taktis Menjadi Kunci Kemenangan Singo Edan

Masuknya Defri dapat meningkatkan serangan tim asuhan Rahmad Darmawan, semakin menekan ke jantung pertahanan lawan. Hal tersebut terlihat ketika RANS Nusantara berhasil memperkecil ketertinggalan. Pada menit ke-35 O.K. John yang berdiri di depan gawang berhasil menyontek bola. Berkat umpan dari tendangan bebas dari Edo Febriansyah, sehingga kedudukan berubah menjadi 3-1.

The Prestige Phoenix semakin semangat ingin menyamakan kedudukan mereka. Pada menit ke-39, Wander Luiz mencetak gol kedua untuk RANS Nusantara FC. Penyerang asal Brasil itu mampu memanfaatkan bola liar yang bergulir pada depan gawang Arema FC. Selain itu gol kedua juga berasal dari bola mati. Alhasil kedudukan berubah menjadi 3-2, mereka semakin percaya diri dan yakin menyamakan kedudukan.

Pasukan Singo Edan terus berusaha mengamankan kedudukan hingga pertandingan usai. Masuknya Evan Dimas menggantikan Jayus Hariono pada menit ke-79 meningkatkan serangan Arema FC. Meskipun sudah unggul namun pasukan Singo Edan tak mengendurkan serangannya ke jantung pertahanan RANS Nusantara . Sebaliknya mereka menutup laga dengan skor 4-2.***