20 Mei 2024

SITUS SEPAK BOLA PIALA DUNIA

PREDIKSI BOLA| SKOR BOLA| BERITA BOLA| HASIL PERTANDINGAN

Target Eleven Tuntut PSSI: Bayar Hutang atau Ngaku Bangkrut!

3 min read
Target Eleven Tuntut PSSI: Bayar Hutang atau Ngaku Bangkrut!

Target Eleven Tuntut PSSI: Bayar Hutang atau Ngaku Bangkrut!

Target Eleven Tuntut PSSI: Bayar Hutang atau Ngaku Bangkrut!
Target Eleven Tuntut PSSI: Bayar Hutang atau Ngaku Bangkrut!

Berita Terbaru PSSI – Target Eleven tuntut PSSI usai mereka membantah bila asosiasi sepak bola Indonesia itu mengaku telah memenangkan kasus tunggakan di pengadilan CAS. Perusahan Belgia itu berharap PSSI tidak hanya mengutarakan sebatas opini melainkan menunjukkan bukti yang valid.

Target Eleven melayangkan gugatan kepada PSSI ke pengadilan Indonesia (PKPU). Sebagai lembaga resmi pemerintahan Indinesia yang berwenang menyelesaikan masalah hutang piutang sederhana. Gugatan yang dilayangkan ke PSSI senilai Rp672 miliar.

Bagi yang belum mengetahu, Target Eleven merupakan perusahaan yang juga membawahi  PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku operator liga. Keduanya pernah bermitra sekitar sejak 10 tahun silam. Demi menghindari hukuman international Target Eleven memilih untuk menyelesaikan pembayaran melalui kesepakatan PKPU.

Target Eleven Tuntut PSSI, Alami Kerugian Materi Serta Kehilangan Investor

Alasan mendasar mengapa Target Eleven tuntut PSSI lantaran alami kerugian besar materi hingga kehilangan kredibilitasnya di hadapan beberapa investor. Sejatinya perusahaan Belgia itu tidak pernah berniat untuk menagih hutang ke PSSI.

Tujuan awal mereka disebutkan bila ingin memberikan penawaran membawa investor untuk membangun 19 stadion di Indonesia. Termasuk pula untuk melakukan kampanye sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030  secara lengkap bersama dengan team pemenanga Olympic London.

Baca Juga: Prediksi Borneo Vs RANS Nusantara 28 Juni 2022 Piala Presiden

Target Evelen mengaku ingin membantu PSSI memiliki banyak stadium kelas dunia agar sepakbola indonesia semakin berkembang. Namun rencana tersebut tidak mendapat kepastian pihak PSSI selaku organisasi yang bertanggung jawab di Indonesia.

Setelah sembilan bulan lebih menggantung, sekarang Target Eleven menggugat pailit PSSI pada Pengadilan Niaga Jakarta. Alasannya karena organisasi sepak bola itu tidak mampu membayar seluruh hutangnya kepada mereka dan kreditur lain.

Baca Juga: Timnas Indonesia Lolos Piala Asia 2023 Ketahui Ranking FIFA Terbaru

Berdasarkan hukum Indonesia yang berlaku, PSSI bertanggung jawab membayar seluruh hutangnya atau harus dinyatakan bangkrut. Secara mengejutkan pada 9 Juni 2022 PSSI justru mengklaim telah memenangkan gugatan Target Eleven di CAS.

Pihak Target Eleven pun meminta PSSI menunjukkan bukti kemenangan yang mereka klaim. Sebagai upaya menuntut keadilan perusahan itu akhirnya  menempuh jalur lain. Mereka menggugat PSSI di Indonesia karena tidak menanggapi secara serius kasus bergulir pada CAS.

Sengkarut Tuntutan Target Eleven versus PSSI Indonesia

Butuh waktu delapan bulan bagi Target Eleven memahami bahwa PSSI hanya mengulur waktu. Bahwa oragnisasi sepakbola itu tidak mampu membayar semua kerugian yang harusnya terbayarkan. Berdasarkan kontrak PSSI harus ganti rugi sebesar Rp1.05 triliun atau sekitar USD 75juta ditambah bunga 7% per tahun Rp672 miliar  skitar USD 42juta.

Tertanggal 7 Juni 2022 permohonan PKPU dari Target Eleven kepada PSSI telah dilayangkan melalui pengacara Indonesia. Yaitu Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Nomor: 135/Pdt.Sus-PKPU/2022/PN Niaga Jkt.Pst. Tujuannya untuk menyanggah pemberitaan dari pihak PSSI yang menyatakan telah memenangkan tuntutan.

“Hal ini untuk membatah pemberitaan terkait pernyataan PSSI menang di Pengadilan CAS. Sidang di Pengadilan CAS antara PSSI dengan Target eleven tertunda atas permohonan PSSI untuk mediasi dengan Target Eleven. Bukan PSSI menang Pengadilan CAS,” terang Tim Kuasa Hukum Patrick Mbaya Kapita.

Organisasi Sepak Bola Indonesia Terancam FIFA Banned

FIFA telah menerima informasi mengenai gugatan PKPU, karena PSSI telah berada di bawah kendali Pengadilan yang dapat berakibat organisasi itu terbanned. Bila ini terjadi, klub tidak akan memperoleh izin bermain sepakbola. Semua acara atau turnamen sepakbola akan dibatalkan.

Target Eleven tidak ingin PSSI menanggung sanksi FIFA sehingga gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Oleh karena itu, PSSI meminta Target Eleven bertanggung jawab atas hutang-hutangnya di masa lalu. Mengingat adanya jangka waktu mediasi yang diberikan Pengadilan CAS atas Gugatan Target Evelen terkait utang PSSI.

Dalam kontrak sebelumnya, Target Eleven bertanggungjawab mengatur kompetisi profesional untuk dua kasta divisi. Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid saat itu ingin membentuk Liga Indonesia yang profesional. Kerjasama berlanjut pada 2013 pada masa kepemimpinan Djohar Arifin.

Bos Target Eleven, Sir David Richards yang juga mantan presiden Liga Inggris, terbang ke Indonesia untuk membicarakan kesepakatan lanjutan. Patrick Mbaya selaku General Manager Target Eleven mendampingi David. Kedua pihak menyepakati kerjasama berdurasi 10 tahun senilai Rp21 triliun yang meliputi pembentukan kompetisi, sponsor, hingga hak siar televisi.***

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.