Tottenham 5-0 Everton, Harry Kane dkk Menggila Libas The Toffees

Tottenham 5-0 Everton, Harry Kane dkk Menggila Libas The Toffees
Tottenham 5-0 Everton, Harry Kane dkk Menggila Libas The Toffees

SEPAK BOLA PIALA DUNIA – Tottenham 5-0 Everton Liga Inggris mempertontonkan Harry Kane dkk menggila. Hal ini otomatis meningkatkan ketakutan The Toffees akan degradasi. Mereka gagal semakin meningkat, apalagi mempertahankan aspirasi empat besar setelah tim Frank Lampard kalah memalukan.

The Lilywhite membuat kerusuhan ketika Everton menyerah. Matt Doherty membuat Harry Kane bebas terapkan permainan invisible delapan menit sebelum turun minum. Harapan tipis untuk kebangkitan anak asuh Lampard justru pupus. Ketika pemain pengganti Sergio Reguilon mencetak gol dengan sentuhan pertamanya selang beberapa detik setelah restart.

Kane menambahkan gol kelima usai 55 menit laga berjalan. Caranya dengan menyambut umpan silang sempurna milik Doherty yang tajam. The Toffees kini hanya selang satu poin di atas zona degradasi. Mereka mempunyai satu pertandingan tersisa atas peringkat bawah Burnley.

Sementara Tottenham masih peringkat ketujuh, tiga poin tertinggal dari Arsenal yang peringkat empat. Bos Spurs Antonio Conte menegaskan mustahil bagi timnya finis di empat besar. Tetapi setelah kemenangan Selasa dini hari ia merasa harapan itu tetap ada.

Tottenham 5-0 Everton Liga Inggris, Antonio Conte Ingin Spurs Konsisten

Selanjutnya tentang Tottenham 5-0v Everton di Liga Inggris. Harry Kane memimpin Tottenham mengalahkan Everton yang bermain tidak kompeten. Pertandingan baru berjalan beberapa menit ketika Seamus Coleman mengangkat bola ke dalam kotak penalti Spurs.

Tottenham membuat Everton kalah dengan skor agregat 10-1. Secara keseluruhan pasukan Lampard belum memenangkan pertandingan tandang Liga Premier sejak Agustus. The Lilywhite mencetak lima gol memanfaatkan kepercayaan diri lawan yang rapuh. Sehingga dengan cepat mengoyak dua pemain Dejan Kulusevski dan Matt Doherty.

Baca Juga: Pemilik Chelsea Roman Abramovich ‘Korban’ Invasi Rusia Ke Ukraina

Everton cukup cerdas dalam pertukaran pemain, mereka mampu mengambil tantangan. Masalahnya mereka kurang termotivasi ketika harus membatalkan upaya Spurs bermain di zona The Toffees. Sementara itu Tottenham sangat baik, lewat Kulusevski beberapa kali memberikan ancaman gol rendah.Ia menawarkan kreativitas nyata dengan umpan silang dan umpan terobosan.

Baca Juga: Liverpool 1-0 West Ham, Sadio Mane Bantu Menjaga Laju Gelar

Harry Kane membuat rekor individu melawan Everton total 13 gol dari 14 pertandingan. Ketika Ben Davies sedikit melewati umpan ke kiri. Secara santai ditanggapi Coleman dan Mason Holgate, tetapi Ryan Sessegnon mengejar dan menusukkannya hingga ke kotak.

Baca Juga: Prediksi Bayern Munchen Vs Salzburg 9 Maret 2022 Liga Champions

Tiga menit kemudian Kulusevski menarik Holgate, ia mengarahkan bola ke Son yang langsung melesakkan tendangan mendatar. Pemain Korea Selatan itu memakan umpan Jordan Pickford. Ia menyelamatkan perfomanya dari penghinaan langsung penggemar fanatik.

Kerjasama Solid Tottenham Kontra Everton Berbuah Kemenangan Besar

Doherty menikmati kebebasannya tidak hanya maju ke depan tetapi juga masuk ke dalam lapangan. Ia memberikan beberapa umpan kreatif terbaik dari area tengah. Salah satunya melepaskan bola pada Son. Beberapa menit kemudian, pemain Irlandia itu menyerang Pickford. Sekaligus menghasilkan umpan yang membelah pertahanan untuk pertama kalinya.

Everton mengandalkan Lampard sebagai dalang dari transformasi paruh waktu yang menakjubkan. Hanya 45 detik setelah restart Spurs mencetak gol keempat mereka. Sergio Reguilón masuk menggantikan Sessegnon yang cedera. Tugas pertamanya adalah berlari ke umpan silang rendah Kulusevski dan mengopernya ke gawang.

Dominic Calvert-Lewin membuat satu-satunya tembakan penting tim tamu malam itu. Sebuah tendangan mendatar yang mengarah ke gawang namun melebar. Spurs menciptakan beberapa peluang lagi dengan Steven Bergwijn menembak Pickford setelah Kulusevski memainkannya.

Everton gagal mengarahkan satu tembakan tepat sasaran dalam dua dari tiga pertandingan terakhir mereka. Sesuatu yang belum pernah mereka lakukan dalam 80 pertandingan sebelumnya. Status lama Everton sebagai tim papan telah rapuh terhadap penurunan menyakitkan.

Kemampuan The Toffees Penuh Tanda Tanya untuk Liga Inggris

Frank Lampard datang dan langsung mewarisi kekacauan pasca memecat Rafa Benitez. Lampard dengan cepat mengetahui betapa buruknya kekalahan tandang atas Newcastle United dan Southampton. Fakta kalah telak kali ini membangun bagi siapa saja yang masih menganggap. Bahwa Everton dapat lolos dari degradasi karena mereka selalu melakukannya itu.

Kekalahan ini membawa Everton berada di wilayah berbahaya. Meski masih mempunyai harapan tiga tim lain akan lebih buruk dari mereka. Standar upaya dan kinerja yang pasukan Lampard lakukan antara memungkinkan musuh mudah saja menjatuhkan mereka.

Lampard menjelaskan tentang bagaimana Everton bereaksi buruk terhadap kesulitan di lapangan. Mereka dengan mudahnya menyerah begitu Michael Keane mengubah umpan silang Ryan Sessegnon.

Harry Kane membuat gol menjadi tiga sebelum babak pertama, sementara pemain pengganti Sergio Reguilon mencetak gol dengan sentuhan pertamanya. Tottenham menyelesaikan dengan mudah pertandingan. Peristiwa ini sangat mirip dengan kekalahan terburuk Everton pada Liga Premier tahun 2005.Kala itu Everton kalah 7-0 atas Arsenal tepatnya pada Mei 2005 setelah mereka lolos ke Liga Champions.

Seamus Coleman telah menjadi pelayan yang luar biasa sedangkan Keane terlihat seperti bek yang patah. Mason Holgate belum berkembang kombinasi dengan Jonjoe Kenny bek kanan yang bermain di bek kiri. Betapa pasifnya Allan, Donny van de Beek dan Abdoulaye Doucoure dengan Richarlison dan Dominic Calvert-Lewin sebagai pengamat.

Penggemar bola diajak melihat penampilan yang mengerikan karena semua kesalahan manajemen internal. Everton entah bagaimana berhasil menghabiskan sekitar Rp9.6triliun untuk merakit tim buruk. Moshiri memecat Roberto Martinez, Ronald Koeman, Sam Allardyce, Marco Silva dan Rafael Benitez. Sementara Carlo Ancelotti pergi atas kemauannya sendiri untuk kembali ke Real Madrid. The Toffees membuat kekacauan mahal dengan bongkar pasang pelatih.***

Prediksi Bola Terkini

PREDIKSI BOLA | SKOR BOLA | JADWAL BOLA | BERITA BOLA

Mungkin Anda Menyukai