Pemilik Chelsea Roman Abramovich ‘Korban’ Invasi Rusia ke Ukraina

Pemilik Chelsea Roman Abramovich ‘Korban’ Invasi Rusia ke Ukraina
Pemilik Chelsea Roman Abramovich ‘Korban’ Invasi Rusia ke Ukraina

SEPAK BOLA PIALA DUNIA – Pemilik Chelsea Roman Abramovich menjadi korban atas invasi Rusia ke Ukraina. Abramovich tengah mengalami tekanan untuk segera menjual Chelsea. Lantaran menghindari klub kesayangannya menjadi aset sitaan Inggris.

Pemerintah Inggris memang sedang gencara memburu penyitaan aset terhadap konglomerat yang terkait dengan Rusia. Jika berbicara tentang negara Vladimir Putin publik tidak bisa melupakan sosok kaya Roman Abramovich. Ketimbang membiarkan Inggris menyita asetnya di negara Ratu Elizabeth. Jauh lebih baik jika ia segera menjual semua aset disana.

Abramovich tidak akan bisa memasukkan dana apa pun ke Chelsea. Bila tidak maka penjualan apa pun akan menjadi sangat rumit. Pada Jumat. 4 Maret 2022 pemilk The Blues tersebut secara terbuka memberi jawaban. Terkait kabar penjualan klub The Blues itu kepada awak media.

Pemilik Chelsea Roman Abramovich, Bukan Tentang Bisnis atau Uang!

Secara pribadi pemilik Chelsea Roman Abramovich mengkonfirmasi niatnya untuk menjual klub. Pada hari Rabu, 2 Maret 2022 pria berusia 55 tahun itu bersedia mendengarkan tawaran untuk The Blues. Abramovich mengkonfirmasi rencana tersebut dalam sebuah pernyataan yang ia rilis lewat situs resmi Chelsea keesokan harinya.

Ia meluruskan simpang siur kabar yang beredar di media selama beberapa saat belakangan. Tidak lupa Roman Abramovich juga menjelaskan alasan dibalik niatannya melepas klub. Publik pun mengetahui bagaimana pria berkebangsaan Rusia itu merawat Chelsea sepenuh hati.

Baca Juga: Lazio 1-2 Napoli Serie A, Hasil Dramatis Perburuan Gelar

“Saya ingin menyampaikan spekulasi di media selama beberapa hari terakhir sehubungan dengan kepemilikan saya atas Chelsea FC. Seperti yang telah saya nyatakan sebelumnya selalu mengambil keputusan dengan kepentingan terbaik klub. Dalam situasi saat ini, saya telah mengambil keputusan untuk menjual klub,” ucap Roman Abramovich.

Baca Juga: FIFA Timnas Rusia Gagal Ke Piala Dunia, Polandia: Memalukan!

Keputusan Abramovich menjual klub ia sebut sebagai upaya menjaga kepentingan pemain, penggemar, karyawan, sponsor, serta mitra klub. Meski terdesak The Blues akan terlepas dari tangannya. Konglomerat satu ini mengaku tetap mengikuti prosedur dan proses penjualan sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Prediksi Real Betis Vs Atletico Madrid 7 Maret 2022 Liga Spayol

“Penjualan klub tidak akan dilakukan dengan cepat, tetapi akan mengikuti proses yang semestinya. Saya tidak akan meminta pinjaman apa pun untuk melunasi, karena ini bukan tentang bisnis atau uang semata. Melainkan tentang hasrat murni untuk permainan dan klub,” tambahnya.

Chelsea Sulit Terjual Lantara Kurang Mampu Lakukan Negosiasi Harga

Seorang sumber terpercaya mengatakan bahwa Abramovich mencari sekitar Rp57.6 triliun untuk The Blues. Tetapi kemampuan Abramovich bernegosiasi jelas menghambat waktu keputusannya. Terlihat jika salah yang mempengaruhi adalah tekanan anggota parlemen yang meningkat pada pemerintah Inggris.

Parlemen meminta untuk Inggris segera menyita aset-aset bernilai tinggi. Sebagai bentuk ganjaran terhadap individu Rusia yang memiliki hubungan dengan rezim presiden Rusia Vladimir. Abramovich selalu dengan keras menyangkal hubungan apa pun dengan Putin. Tetapi pemimpin partai Buruh Sir Keir Starmer secara terbuka meminta pemerintah menjatuhkan sanksi kepada pemilik Chelsea. Hal tersebut terungkap pada sesi pertanyaan Perdana Menteri hari Rabu, 2 Maret 2022.

Abramovich  rupanya menjadi orang yang menarik perhatian Kementerian Dalam Negeri. Karena hubungannya dengan negara Rusia dan asosiasi publiknya dengan aktivitas dan praktik korupsi. Minggu lalu Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan Abramovich akan menghadapi sanksi.

Pemilik Chelsea itu awalnya mencoba untuk menghindari keharusan menjual. Lewat cara menyerahkan pengurusan dan perawatan klub kepada wali pada hari Sabtu. Namun, sumber para wali lantas melakukan konsultasi hukum sebelum menanggapi instruksi Abramovich.

Sebab meningkat kekhawatiran bahwa yayasan amal bukanlah entitas yang cocok untuk menjalankan klub sepak bola. Tampaknya langkah itu tidak mencapai tingkat pemisahan oligarki.

Raine Group AS Bertanggung Jawab Mengelola Penjualan The Blues

Berdasarkan kesaksian sumber terpercaya internal yang enggan disebutkan namanya. Perusahaan AS Raine Group telah ditunjuk untuk mengelola penjualan klub. Mereka adalah pihak yang berkepentingan. Termasuk pemilik Los Angeles Dodgers Todd Boehly yang pernah menyatakan minatnya untuk membeli klub Liga Premier pada 2019.

Dia mengadakan pembicaraan dengan The Blues dan Tottenham tetapi gagal. Guna segera menemukan kesepakatan dengan salah satu pemilik. Taipan bisnis Swiss Hansjoerg Wyss mengatakan Abramovich menghubungi pihak yang berkepentingan pada hari Selasa, 1 Maret 2022. Abramovich sedang gencar mencari tahu potensi minat pasar terhadap klubnya.

Bukan hanya The Blues aset yang sedang sang konglomerat akan jual. Masih ada beberapa vila mahal yang berlokasi di Inggris.  Abramovich mengumumkan niatnya untuk menyumbangkan keuntungan dari setiap penjualan.

Sebelumnya ia membeli klub seharga Rp2.688 miliar pada tahun 2003. Abramovich juga mempunyai Rp 29.068 triliun dalam bentuk pinjaman. Bos Chelsea lantas menginstruksikan kepada timnya untuk mendirikan yayasan amal. Fungsinya nanti adalah menampung semua hasil bersih dari penjualan.

“Yayasan itu akan bermanfaat bagi semua korban perang di Ukraina. Ini termasuk menyediakan dana penting untuk kebutuhan mendesak dan mendesak para korban Serta mendukung pekerjaan pemulihan jangka panjang. Tolong ketahuilah bahwa ini adalah keputusan yang sangat sulit untuk dibuat. Serta menyakitkan bagi saya untuk berpisah dengan klub dengan cara ini. Namun, saya yakin ini demi kepentingan terbaik klub,” pungkasnya.***

Prediksi Bola Terkini

PREDIKSI BOLA | SKOR BOLA | JADWAL BOLA | BERITA BOLA

Mungkin Anda Menyukai