Chelsea Ngenes Dua Kali Final Lawan Liverpool Selalu Tersakiti

Chelsea Ngenes Dua Kali Final Lawan Liverpool Selalu Tersakiti
Chelsea Ngenes Dua Kali Final Lawan Liverpool Selalu Tersakiti

Hasil Final Piala FA Chelsea vs Liverpool – Chelsea ngenes dua kali final lawan Liverpool selalu gagal lolos gelar juara. Sekali lagi The Blues mengalami patah hati di Wembley ketika final domestik lain melawan Liverpool berakhir kekalahan. Menyakitkannya lagi kekalahan itu mereka dapatkan setelah melalui adu penalti final Piala FA.

Sama seperti sebelumnya final Piala Carabao Februari 2022 yang mempertemukan Chelsea dan Liverpool. Keduanya terbukti tidak terpisahkan selama 120 menit dari laga melelahkan sekaligus intens. The Blues memberikan tendangan bebas lewat Marcos Alonso mengalahkan Alisson. Liverpool membentur kedua tiang secara berurutan, melalui Luis Diaz dan Andrew Robertson.

Rupanya keberuntungan tidak berpihak pada pasukan Thomas Tuchel. Upaya Cesar Azpilicueta harus membentur tiang gawang. Membuat tim melihat upaya Liverpool berikutnya yang juga membentur mistar gawang. Sementara Edouard Mendy dua kali mendapatkan bola dengan ujung jari tetapi tidak bisa menahannya.

Mendy menyelamatkan penalti kelima, dari rekan setim internasionalnya Sadio Mane. Tetapi Mason Mount melihat tembakannya digagalkan Alisson. Kemudian Kostas Tsimikas mencetak gol untuk mengakhiri harapan Chelsea meninggalkan Wembley dengan membawa trofi Piala FA.

Laga Final Piala FA Ketat Naun Chelsea Ngenes Dua Kali Final Lawan Liverpool

Perjalanan Chelsea ngenes dua kali final lawab Liverpool bukan tanpa perlawanan. Tiga pemain depan Mason Mount, Romelu Lukaku dan Christian Pulisic masuk ke lapangan setelah mencetak gol di Leeds. Sekaligus menjadi starter ketiga berturut-turut bagi Lukaku. Pemain Belgia itu telah mencetak tiga gol dalam dua pertandingan sebelumnya.

Thomas Tuchel membuat satu perubahan pada pertahanan depan. Tuchel menempatkan Thiago Silva yang berpengalaman kembali ke samping. Guna menggantikan Andreas Christensen sebagai tiga bek berkolaborasi dengan Trevoh Chalobah dan Antonio Rudiger.

Baca Juga: Paulo Dybala Segera Tinggalkan Juventus, Sulit Ucapkan Selamat Tinggal

Liverpool keluar dari blok dengan cepat dan mengancam gawang Mendy lebih awal. The Reds memang  mencoba mengubah permainan yang menjanjikan menjadi tekanan berkelanjutan. Mengandalkan Luis Diaz yang muncul sebagai ancaman serangan paling berbahaya. Pemain Kolombia itu kembali melepaskan bola dari kiri memanfaatkan umpan terobosan Alexander-Arnold.

Penjaga gawang Mendy berhasil mengambil langkah dari tembakan tersebut dengan kakinya.  Sebelum Chalobah tiba membersihkan bola dari dalam kotak. Menjadi peringatan dini lainnya bagi tuan rumah setelah pembukaan yang sulit mempertahankan penguasaan bola. Sangat terlihat jika pergerakan tiga penyerang Liverpool menyebabkan banyak masalah bagi Chelsea.

Baca Juga: Penyesalan Sadio Mane Liverpool Tak Berdaya Kelabuhi Alisson

Babak kedua berjalan Chelsea mulai membawa lebih banyak ancaman. Tetapi masih ada terlalu banyak umpan longgar untuk mempertahankan kontrol bola lebih lama. Tendangan penguasaan bola yang langka dari The Blues menghasilkan Pulisic menerobos hingga tengah ke pertahanan Liverpool. Pemain Amerika itu melepaskan operan melewati para pemain bertahan ke Alonso. Sayang usahanya masih melebar sedangkan kiper langsung memblok tembakan.

Permainan kemudian menjadi tenang untuk sementara waktu. Liverpool mungkin sedikit menguasai penguasaan bola tentu saja tidak seperti tahap awal. Kedua tim kemudian melepaskan tembakan dari posisi yang menjanjikan. Jota tidak bisa mengontrol umpan silang berbahaya Robertson.

Chelsea dan Liverpool Terapkan Gaya Permainan Terbuka

The Blues lantas melakukan semua serangan dalam babak kedua. Skuad asuhan Thomas Tuchel tidak beruntung untuk memimpin tiga kesempatan terpisah dalam dua menit pertama. Alonso melakukan upaya pertama, setelah Mount dengan cerdik menyadari bahwa ia berada dalam posisi offside. Kemudian membiarkan bola mengalir ke James yang memilih tiang belakang namun tembakannya melebar.

Saat keadaan mulai menjadi lebih tegang, Alonso dan James menemukan ruang yang lebih besar di area luas. Lantas Alonso dan Lukaku hampir saja mendapatkan umpan silang berbahaya sebagai hasilnya. Momentum ini membangunkan fans The Blues di ujung lapangan. Bahkan mendorong tepuk tangan penyemangat dari Tuchel di pinggir lapangan.

Liverpool lebih banyak mengancam dari jarak jauh, karena Jota, Diaz dan Keita semuanya melepaskan tembakan melebar. Sementara Chelsea membiarkan Alonso dan Pulisic sama-sama mendekati ke dalam kotak dari area yang luas. Segala sesuatu tampak lebih menjanjikan bagi Chelsea seiring berjalannya bentrokan. Namun, The Reds justru menjadi pihak yang memberikan serangan besar.

Fokus The Blues Selanjutnya Finis di Liga Inggris

Kostas Tsimikas mencetak penalti kemenangan melawan Chelsea saat Liverpool memakemkan gelar Piala FA kedelapan. Membantu The Reds untuk tetap dalam perburuan empat kali lipat bersejarah. Pemain pengganti Tsimikas memperoleh peringkat 7,33. Tetapi penyerang Luis Diaz yang memperoleh peringkat tertinggi dengan 7,71 setelah final tanpa gol di Wembley.

Penjaga gawang Alisson yang menyelamatkan tendangan penalti Mason Mount mengumpulkan peringkat 7,33. Sementara penjaga gawang Chelsea Edouard Mendy adalah yang terbaik untuk The Blues dengan nilai 6,40. Selanjutnya masih ada Liga Inggris yang perlu Chelsea selesaikan kurang dua laga musim ini.

Pertandingan datang dalam bentuk dua bentrokan kandang di Stamford Bridge. Melawan Leicester City pada Jumat dini hari. Sebelum musim berakhir kami masih harus menjamu Watford pada hari Minggu.

Berikut adalah susunan pemain yang turun pada babak final Piala FA Chelsea vs Liverpool.

Chelsea Line Up: Mendy; Chalobah (Azpilicueta 105), Thiago Silva, Rudiger; James, Jorginho (c), Kovacic (Kante 66), Alonso; Mount, Lukaku (Ziyech 85), Pulisic (Loftus-Cheek 105) (Barkley 119)

Liverpool: Alisson; Alexander-Arnold, Konate, Van Dijk (Matip 91), Robertson (Tsimikas 111); Thiago, Henderson (c), Keita (Milner 74); Salah (Jota 33), Mane, Diaz (Firmino 98).***

Prediksi Bola Terkini

PREDIKSI BOLA | SKOR BOLA | JADWAL BOLA | BERITA BOLA

Mungkin Anda Menyukai