Graham Potter Chelsea, Buktikan Kualitasnya Racik The Blues

Graham Potter Chelsea, Buktikan Kualitasnya Racik The Blues

Graham Potter Chelsea, Buktikan Kualitasnya Racik The Blues

Graham Potter Chelsea, Buktikan Kualitasnya Racik The Blues
Graham Potter Chelsea, Buktikan Kualitasnya Racik The Blues

Hasil Pertandingan Liga Champions – Graham Potter Chelsea tidak mendapatkan banyak kesempatan untuk menetap bersama Stamford Bridge. Kekalahan 1-0 dari Dinamo Zagreb dalam pertandingan pembuka Liga Champions musim ini terbukti menjadi pertandingan terakhir Tuchel.

Sementara pertandingan pertama Potter mengambil tanggung jawab, mereka hanya berhasil bermain imbang 1-1 dengan FC Salzburg dalam kandang sendiri. Secara mengejutkan The Blues menutup laga lanjutan dengan skor 3-0 atas AC Milan. Sebelumnya harapan Liga Champions mereka tergantung pada seutas benang  mengingat lawannya adalah raksasa Serie-A Italia.

Tetapi kenyataannya pasukan Potter berhasil memberikan penampilan terbaik mereka. Chelsea menekan dan menarik AC Milan ke seluruh lapangan. Sekalipun juara Serie A memiliki beberapa peluang bagus. Tuan rumah tetap mengendalikan sebagian besar pertandingan. Dapat terlihat bila tim ini semakin akrab sebagai grup di bawah asuhan Potter

Graham Potter Chelsea, Puas Pasukannya Kompak Rampungkan Liga Champions

Skuad asuhan Graham Potter Chelsea berhasil merengkuh kemenangan pertamanya dalam Liga Champions. Sekaligus menyebabkan AC Milan harus turun peringkat usai menelan 3-0 dari Stamford Bridge. Setelah tampil buruk pada dua laga Fase Grup Liga Champions, Chelsea akhirnya bisa tampil secara menjanjikan. Tepat pada pekan ke-3 kesebelasan Inggris berhasil menggilas AC Milan dengan skor tanpa balas.

Kala itu tiga gol The Blues lahir dari tiga pemain berbeda, mulai dari Wesley Fofana yang terlebih dulu memecah kebuntuan menit ke-23. Kemudian berlanjut pada aksi impresif Pierre-emerick Aubameyang yang mendapatkan umpan Reece James menit ke-52. Terlebih lagi Reece James tak hanya menjadi pencipta assist. Pasalnya James pun ikut serta mencetak gol pada menit ke-61, setelah memanfaatkan umpan dari Raheem Sterling.

Baca Juga: Prediksi Copenhagen vs Man City 11 Oktober 2022 Liga Champions

Sementara AC Milan yang datang berkunjung justru tampil tidak dengan kekuatan penuh. Terutama untuk sektor bek sayap, semakin membuat segalanya tampak rumit. Rossoneri berkali-kali mencoba menembus jantung pertahanan Chelsea. Tetapi pola serangan anak asuh Stefano Pioli sering kandas pada kaki pemain The Blues. Selama waktu penuh nyaris serangan mereka tidak terlihat sama sekali.

Pada babak pertama, Chelsea mengancam lini pertahanan Milan terlebih dulu. Kala itu Pierre-Emerick Aubameyang tampil begitu baik, mampu memberikan umpan kepada Mason Mount. Kemudian oleh Mount langsung dieksekusi lewat tendangan dari luar kotak penalti. Hanya saja bola tersebut masih mampu terselamatkan oleh kiper Cipirian Tatarusanu.

Baca Juga: Prediksi AC Milan vs Chelsea 12 Oktober 2022 Liga Champions

Memasuki 15 menit pertama, Chelsea mencoba bermain dengan sistem high press. Upaya tersebut rupanya sukses, lantaran The Blues berhasil membuat AC Milan mengalami kesulitan membangun serangan. Sementara tuan rumah beberapa kali mendapatkan peluang melalui gol. Walau pasukan Graham Potter masih mengalami kebuntuan saat masuk ke kotak penalti dengan harapan mampu mencetak gol.

Chelsea Bukan Tuan Rumah Pantang Menyerah Hadapi AC Milan

Setelah segala upaya yang Chelsea lakukan, pada akhirnya pasukan Graham Potter bisa memecah kebuntuan mereka menit ke-23. Melalui aksi impresif Wesley Fofana, gol terjadi saat situasi kemelut kotak penalti. Wesley Fofana menyambar bola sehingga kedudukan berubah menjadi 1-0.

The Blues yang sudah unggul 1-0 mulai meningkatkan tempo permainan mereka. Sehingga Masson Mount mendapatkan peluang menit ke-29 untuk mencetak gol meski gagal. Selain itu permainan kombinasi sayap kanan membuat Reece James sangat leluasa melepas umpan silang mendatar. Tendangan Masson Mount masih mampu terplokir kiper Cipirian Tatarusanu.

Pada menit ke-33 Masson Mount kembali menunjukkan aksinya, kali ini bola masuk ke gawang AC Milan sebab berhasil melewati kepala kiper Tatarusanu. Hanya saja, hakim garis menyatakan bahwa Masson Mount sudah terjebak posisi offside pada saat menerima umpan dari Pierre-emerick Aubameyang. Akibatnya tak ada gol tambahan hingga babak pertama usai.

Mengenai hal ini, AC Milan memiliki masalah menguasai bola karena kurangnya bantuan untuk lini depan. Kesebelasan Italia kedodoran saat memutuskan menyerang jantung pertahanan The Blues. Sementara itu Chelsea yang kompak menjaga lini pertahanan, kerap membuat AC Milan kehilangan bola. Sehingga serangan pasukan Rossoneri tak terlihat tajam apa lagi menusuk.

Sepanjang Pertandingan The Blues Mendominasi Lapangan

Hal yang paling menonjol pada babak kedua adalah perubahan pendekatan permainan AC Milan. Rossoneri telah menemukan solusi untuk keluar dari high pressing Chelsea.  Namun, jantung pertahanan AC Milan masih terlalu rapuh untuk menghadapi serangan lawan. Akhirnya menit ke-56, Aubameyang sukses mencetak gol melalui tap-in usai mendapatkan umpan silang dari Reece James.

Reece James menjadi pemain paling menakutkan bagi pertahanan AC Milan untuk pertandingan tersebut. Lantaran pemain asal Inggris itu menggempur habis-habisan lini pertahanan Rossoneri sejak pertama. Terlebih James berhasil mencatatkan 1 assist dan 1 gol pada babak kedua. Gol dicetak oleh Reece James tercipta menit ke-62 memanfaatkan sisi kiri pertahanan AC Milan yang sedikit tidak rapat.

Alhasil, kemenangan tersebut membawa Chelsea menyalip posisi AC Milan yang sudah berada pada peringkat ke-2 klasemen Fase Grup E Liga Champions. Meskipun kesebelasan Italia memiliki poin sama yaitu 4 dari 3 pertandingan. Namun Chelsea, lebih unggul secara koleksi gol dari Rossonerri. Hasil tersebut dapat memberikan dampak positif untuk skuad asuhab Graham Potter melanjutkan perjuangan.***