Manchester United Alami Perpecahan: Cristiano Ronaldo Panggil Agen

Manchester United Alami Perpecahan: Cristiano Ronaldo Panggil Agennya
Manchester United Alami Perpecahan: Cristiano Ronaldo Panggil Agennya

Manchester United alami perpecahan menjadi dua kubu. Alianis tersebut melibatkan Cristiano Ronaldo dan Ralf Rangnick. Sikap sang mega bintang menunjukkan sesuatu tidak beres terjadi di Old Trafford. CR7 dan sejumlah pemain lain menganggap bila Rangnick tidak cocok untuk posisi manajer.

Man Utd memang sedang mencari manajer permanen sesegera mungkin. Sementara Rangnick meminta agar klub mengijinkannya bekerja permanen selama 2 musim. Mengetahui niatan pengganti Ole Gunnar Solskjaer, Cristiano Ronaldo lantas menghubungi agennya.

Bahkan perpecahan The Red Devils terlihat dari terbaginya ruang ganti para pemain. Hal tersebut berkaitan dengan posisi manajer permanen klub Inggris tersebut. Manchester Utd sendiri belum konsisten di setiap laga mereka. Ralf Rangnick mendapat penilaian bahwa kurang mampu mengarsiteki klub raksasa itu.

Kabar perpecahan di Old Trafford semakin kuat berhembus. Mengakibatkan kekhawatiran sejumlah pihak termasuk para pemain. Klub membutuhkan situasi yang positif agar bisa bangkit dan berkembang. Kesuraman dalam tubuh The Red Devils hanya menghambat langkah mereka.

Keterkaitan Cristiano Ronaldo dengan Manchester United Alami Perpecahan

Manchester United alami perpecahan internal menurut banyak sumber. Ketegangan datang dari kalangan pemain hingga official. Kebanyakan diantaranya merasa metode kerja Ralf Rangnick membingungkan. Padahal pelatih Jerman itu baru bekerja untuk MU pada akhir November 2021.

Ralf sendiri mengakui bila sejumlah pemain bintang di Man Utd merasa kecewa. Bahkan ia tidak segan mengatakan bila anak asuhnya merasa tidak bahagia. Perpecahan semakin parah kala MU kalah 1-0 dari Wolverhampton. Penggemar juga mengatakan kecewa atas kekalahan memalukan di laga kandang.

Baca Juga: Prediksi Augsburg Vs Frankfurt 16 Januari 2022 Bundesliga

Pasca pertandingan 10 Januari 2022, Cristiano Ronaldo yang merasa tak puas langsung menghubungi agennya. Jorge Mendes selaku agen resmi CR7 mengadakan pembicaraan yang disebut darurat. Kini ruang ganti Man Utd memiliki dua kubu, antara pemain dengan bahasa Portugal dan non Portugal.

Pemain-pemain yang tidak puas dengan manajer sementara, yaitu Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, Diogo Dalot, Fred dan Alex Telles. Aksi boikot ditunjukan dengan berbicara menggunakan bahasa ibu. Sedikit menarik kebelakang, kembalinya Cristiano Ronaldo ke MU lantaran ingin menambah trofi.

Baca Juga: Prediksi Tottenham Vs Arsenal 16 Januari 2022 Liga Inggris

Namun, setelah beberapa saat merumput sang mega bintang justru merasa salah mengambil keputusan. Alih-alih menambah trofi di tengah kecemerlangan karir bolanya. Ronaldo justru terjerembab di bawah arahan pelatih yang menurutnya kurang kompeten.

Kritikan juga datang dari para pemain meragukan kemampuan Ralf Rangnick. Dirinya disebut tidak piawai mengelola Manchester Utd. Bahkan tidak sedikit yang menyebut bila CV sang manajer hanya prestasi hiperbola.

MU membutuhkan manajer berkelas elit yang mampu mengatasi skuadnya. Rangnick sendiri telah menghasilkan piala sepanjang karir Jermannya. Namun, rupanya hal itu belum cukup menyetarakan Rangnick sebagai pelatih elit.

Manajer Sementara Manchester Utd Ingin Erik ten Hag Mengisi Jabatannya

Ketika Manchester United alami perpecahan, Ralf Rangnick justru terlihat tak ambil pusing. Pelatih Jerman itu malah menginginkan Erik ten Hag mengisi posisinya. Erik ten Hag menurutnya cocok sebagai bos MU. Melihat bagaimana bos Ajax itu memajukan tim Belanda sedemikian rupa.

Menurut sumber terpercaya, ten Hag telah membuat manajer sementara Rangnick merasa terkesan. Kinerja pria 51 tahun tersebut sukses memajukan Amsterdam di berbagai kompetisi. Erik ten Hag memulai karir kepelatihannya dengan Ajax sejak Desember 2017. Hingga hari ini total telah mengumpulkan 2 gelar juara Eredivisie. Termasuk juga dua piala Belanda di rak trofi milik Ajax.

Baca Juga: Prediksi Marseille Vs Lille 17 Januari 2022 Ligue 1

Kiprah Ajax di bawah naungan Erik ten Hag juga terlihat pada Liga Champions. Musim ini Ajax merupakan bintang salah satu penyisihan grup. Mereka sukses memenangkan laga atas Borussia Dortmund dan Sporting Lisboa.

Kabarnya ten Hag akan mengajar Ajax hanya sampai Juni tahun 2023. Pria tersebut juga tertantang menggarap Manchester United musim panas ini. Ten Hag melakukan debut sebagai pelatih bersama Go Ahead Eagles. Kemudian pindah ke Bayern Munchen II dan menjadi manajer Utrecht FC.

Rangnick sendiri masih memimpin champions Inggris hingga sisa musim ini. Sebelum akhirnya menjadi konsultan di Old Trafford. Klub The Red Devils justru lebih condong memilih bos PSG. Oleh karena itu Ralf Rangnick berharap dewan juga mendengar pendapatnya.

Pembicaraan Rahasia The Red Devils dengan Mouricio Pochettino

MU secara diam-diam melakukan pembicaraan rahasia dengan Mouricio Pochettino. Semenjak klub memecat Ole Gunnar Solskjaer November 2021. Komunikasi dengan bos PSG tersebut terus berlanjur ke arah positif. Target utama Setan Merah jelas adalah pelatih Argentina tersebut.

Klub menganggap bila Pochettino layak untuk mengisi posisi manajerial jangka panjang. Nantinya, Ralf Rangnick mengisi peran konsultan Old Trafford guna membantu pencarian manajer baru.

Pelatih berusia 49 tahun itu sebelumnya pernah melatih Southampton dan Tottenham di Liga Premier, memimpin yang terakhir ke final Liga Champions pada 2019. Ide menjadikan mantan arsitek Tottenham Hotspur sebagai pelatih. Justru menerima banyak dukungan baik dari pemain ataupun suporter.

Cristiano Ronaldo bahkan mengeluarkan ultimatum akan hengkang bila pelatih tetap Rangnick. CR7 menyebutkan tiga nama yang layak sebagai kandidat pelatih. Salah satunya terdapat nama Mouricio Pochettino. Menurut football lovers akankah bos PSG berpindah ke Inggris? Atau justru kepala pelatih Erik ten Hag yang mengisi posisi bos MU.***

Prediksi Bola Terkini

PREDIKSI BOLA | SKOR BOLA | JADWAL BOLA | BERITA BOLA

Mungkin Anda Menyukai