Diogo Jota Liverpool Bungkam The Gunners di Emirates

"<yoastmark

Diogo Jota Liverpool mampu membungkam The Gunners di Emirates. Secara otomatis The Reds melenggang mulus menuju Wembley. Liverpool menang mutlak 2-0 dari Arsenal pada leg kedua semifinal Liga Inggris. Kemenangan agregat membuat Jota dkk akan berhadapan dengan Chelsea pada 27 Februari nanti di final EFL.

Sejatinya Arsenal banyak mengeluarkan manuver yang membuat Liverpool tertekan. Namun The Reds sendiri memiliki kemampuan serangan balik lebih tajam. Alhasil skor imbang tanpa balas, berhasil membangkitkan semangat positif dari pasukan Jurgen Klopp.

Harus bermain tanpa gol memicu ambisi skuad asuhan Mikel Arteta untuk lebih sering menyerang. Pada awal laga sejumlah peluang sebagai aksi pembalasan kerap terjadi. Salah satunya adalah tendangan bebas terpaut dekat dengan kotak terlarang.

Liverpool dengan cantiknya berhasil keluar dari tekanan The Gunners. Mereka hampir menghasilkan gol lewat Joel Matip pada menit ke-13. Meski upaya Matip masih belum berhasil lantaran hakim garis menyebutnya offside.

Manuver Diogo Jota Liverpool Membalikkan Situasi Arsenal

Kronologis manuver Diogo Jota Liverpool kala menyambangi markas Arsenal. Enam menit pertandingan berlansung, The Reds mengambil keunggulan tuan rumah. Ketika Takehiro Tomiyasu secara sengaja dikecoh oleh Jota.

Lewat kombinasi umpan Trent Alexander Arnold yang menembakan tendangan tepat sasaran. Melesak kencang ke gawang kiper Aaron Ramsdale, beruntung ada Kieran Tierney dan Ben White yang menghalangi.

Semenjak gol pertama Arsenal kontra Liverpool di EFL, memancing perfoma lebih baik dari tim tandang. Mereka mampu mengimbangin dominasi bola yang sebelumnya dalam penguasaan tuan rumah. Keunggulan untuk The Red tetap berlangsung hingga waktunya water break.

Baca Juga: Prediksi PSV Vs Ajax 23 Januari 2022 Eredivisie

Kembali dari water break, Arsenal mempunyai semangat menggebu untuk dapat menyamakan kedudukan. Mereka terus mengupayakan momentum di depan gawang yang hampir membuahkan gol. Lewat umpan lambung Albert Lokonga ke Lacazette namun gagal terkonversi sempurna. Lantaran pengawalan ketat dari Virgil van Dijk yang terus menghalangi pergerakannya.

Baca Juga: Prediksi PSG Vs Reims 24 Januari 2022 Ligue 1

Sementara itu pada sisi yang lain pemain muda Liverpool Kaide Gordon mencoba peruntungannya. Gordon mencoba menggandakan gol kedua setelah Jota, berkat umpan tarik yang matang dari seniornya. Sayang, jam terbang belum cukup sehingga membuat Kaide Gordon bergetar saat melakukan tembakan. Akibatnya tendangan tersebut jauh melambung melintasi atas tiang gawang.

Arsenal hanya berambisi namun tidak diimbangi permainan disiplin lini belakang The Gunners. Peluang kembali diciptakan oleh pemain The Reds Alexander Arnold pada menit ke-77. Arnold melewati Ramsdale lewat bola cungkilnya. Hanya masih belum cukup beruntung untuk berakhir dengan skor. Lantaran hakim garis menyebut gol Arnold offside.

Permintaan VAR pun Liverpool layangkan membuat Gabriel Magalhaes. Membuktikan bila Jota berada dalam posisi onside. Sehingga secara resmi The Reds berhasil keluar unggul atas Arsenal.

Arsenal vs Liverpool Arteta Sesalkan Fakta Hujan Kartu

Arsenal kontra Liverpool kembali mengulang mimpi buruk The Gunners. Skuad asuhan Arteta harus bermain dengan 10 orang. Pasca Thomas Partey harus terusir dari lapangan pada menit ke-90. Wasit Martin Atkinson memberikan Partey kartu kuning kedua atas pelanggarannya.

Kartu kuning kedua hanya selang tiga menit dari pelanggaran pertama Partey. Alhasi gelandang asal Ghana tersebut bermain 15 menit saja. Pelatih memasukkan Partey untuk mengganti peran Emile Smith-Rowe. Sementara itu publik Liverpool bersukacita dan menyebut Diogo Jota sebagai pemain hebat. Mereka tidak segan memujinya mempersembahkan penampilan gila.

Baca Juga: Prediksi AC Milan Vs Juventus 24 Januari 2022 Serie A

Arsenal yang bermain kurang optimal lantas harus menerima tertekuk 2-0 tanpa balas. Kemenangan mutlak itu memperoleh banyak pujian di media sosial. Fans lantas mengagung-agungkan pahlawan dini hari kemarin.

Liverpool yang menang agregat jelas berjalan mulus melenggang ke final Piala Carabao. Terlebih leg pertama laga berakhir imbang tanpa skor. Lawan The Reds nantinya adalah Chelsea yang sedang haus akan juara. Mereka tidak akan segan mengupayakan perebutan piala domestik.

Arteta menyebut bila penampilan luar biasa dari kedua tim telah publik saksikan. Ia menyayangkan Arsenal yang kerap kali memperoleh kartu merah. Padahal pertandingan lawan Liverpool merupakan laga yang penting. Mencoba mengambing hitamkan situasi kurang baik internal tim. Arteta berusaha memahami mengapa anak asuhnya gagal menghasilkan gol.

Kepala pelatih itu pun menyampaikan jika semua pemain sudah bermain istimewa. Selain awal babak kedua bila tim mampu memanfaatkan secara positif. Tentunya dapat menghasilkan skor dengan catatan bermain disiplin, agresif, dan fokus ke depan.

Arsenal Terlambat Beradaptasi Menyebabkan Gagal Bangkit

Keterlambatan untuk beradaptasi di sebut-sebut menjadi penyebab kalahnya Arsenal. Mengingat pada babak pertama The Gunners terlebih dahulu menguasai pertandingan dan menghasilkan ritme positif. Terlebih gol yang terjadi tadi malam oleh Diogo Jota merupakan permainan indah.

Ketajaman mata Trent mengoper kepada Diogo Jota yang dalam posisi bebas. Merupakan upaya positif menunjukkan aksi non individualitas. Hasilnya operan bola itu terkonversi positif hingga melewati bek Arsenal. Intensitas perfoma Liverpool perlahan namun pasti mengacaukan lini The Gunners.

Arsenal mengaku tetap konsisten menyelesaikan pertandingan hingga waktu penuh. Meski tidak terlalu nyaman dengan instruksi pelatih. Klopp sendiri merasa gembira dengan ketekunan anak asuhnya. Berkat kerjasama Trent alexander Arnold, pemain tersebut telah melakukan 14 assist.***

Prediksi Bola Terkini

PREDIKSI BOLA | SKOR BOLA | JADWAL BOLA | BERITA BOLA

Mungkin Anda Menyukai